Minta Hati-Hati Kelola APBN Dan Kepercayaan Pasar, SBY Sentil Siapa?

Minta Hati-Hati Kelola APBN Dan Kepercayaan Pasar, SBY Sentil Siapa?

Jakarta – Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), memberikan warning dengan kondisi relevan yang tengah dihadapi saat ini. Menurut SBY, untuk menghindari krisis, pemerintah diminta untuk berhati-hati dalam pengelolaan APBN dan kepercayaan pasar.

“Ketika krisis keuangan global melanda pada tahun 2008, Indonesia tidak kebal terhadap dampaknya. Namun kita mampu bertahan karena menjaga kepercayaan, menjaga kehati-hatian fiskal, menjaga permintaan domestik, dan koordinasi kebijakan yang baik,” kata SBY di Jakarta, Selasa (2/6).

SBY bercerita pengalamannya memimpin negara di tengah kepungan krisis ekonomi global di tahun 2008.

Menurutnya, Indonesia mampu bertahan karena pemerintah yang dia pimpin berhasil menjaga kepercayaan pasar dan kehati-hatian pengelolaan APBN.

Dia menjelaskan di masa krisis yang penuh akan ketidakpastian, pelaku pasar tidak hanya memperhatikan angka-angka indikator perekonomian untuk melakukan penilaian. Namun lebih dari itu, mereka akan lebih fokus pada arah kebijakan dan tata kelola pemerintahan.

“Kita belajar bahwa kredibilitas sangat penting. Di masa ketidakpastian, pasar tidak hanya mendengarkan angka-angka, tetapi juga kualitas tata kelola,” tegas SBY.

Selain tata kelola pemerintahan saat menghadapi berbagai krisis, SBY menilai menjaga kredibilitas negara bisa dilakukan dengan aktif dalam berbagai upaya global. Salah satunya saat Indonesia secara aktif terlibat dalam aksi penanganan iklim global.

Susilo Bambang Yudhoyono turut mengingatkan nilai-nilai ini masih bisa diterapkan untuk menjaga kredibilitas Indonesia baik di mata asing maupun pelaku pasar domestik.

“Pelajaran-pelajaran tersebut tetap relevan hingga saat ini,” ujar presiden ke 6 RI itu.

Baca:Seskab Teddy Balas Kritik Dino Patti Djalal Soal Kunker Luar Negeri Prabowo

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha