
BGN Lantik 5 Pejabat Baru Guna Benahi MBG, Cek Profilnya
Jakarta – Dalam upaya pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional melantik 5 pejabat baru. 5 pejabat tinggi madya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari, 5 pejabat tinggi madya baru bergabung di lingkungan lembaganya.
Kelima pejabat tersebut mengisi posisi strategis, mulai dari Sekretaris Utama hingga Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan, dan baru dilantik pada Selasa (21/7).
“Kami mendapatkan Keppres untuk mengangkat beliau-beliau ini, pejabat tinggi madya,” kata Arumsari di Jakarta, Selasa (21/7).
Kehadiran jajaran pejabat baru diharapkan dapat memperkuat tata kelola kelembagaan badan yang mengurusi program MBG.
Berikut 5 pejabat tinggi madya BGN:
1. Lili Khamiliyah selaku Sekretaris Utama
2. Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea selaku Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola
3. Zainuri selaku Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran
4. Mariman Darto selaku Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama
5. Ketut Sumedana selaku Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Profil 5 Pejabat Tinggi Madya BGN
Lili Khamiliyah ditunjuk sebagai Sekretaris Utama BGN, di mana sebelumnya ia merupakan Kepala Biro Umum dan Keuangan Daerah BGN.
Sebelumnya, Lili Khamiliyah pernah menjabat sebagai Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta V di bawah Kemenkeu.
Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea ditunjuk sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN.
Prima pernah menjabat sebagai Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak 29 Desember 2022.
Posisi Deputi bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN diisi oleh Zainuri. Zainuri sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Keuangan BPKP.
Mariman Darto ditunjuk sebagai Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN. Sebelum ke BGN, Mariman menjabat sebagai Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sejak 2025.
Terakhir Ketut Sumedana, yang menduduki posisi sebagai Deputi bidang Pemantauan dan Pengawasan.
Sebelum di BGN, Ketut Sumedana pernah menjadi Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung).
Setelah itu, Ketut Sumedana menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Bali. Pada 2025, ia dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan.
Baca:Saat Presiden Prabowo Bandingkan Praktik Kebocoran Ekonomi Dengan Program MBG



