
Menkeu Purbaya Ketemu Bos IMF, Ada Apa?
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pertemuan dengan petinggi lembaga moneter dunia, seperti Managing Director International Monetary Fund (IMF) Kristalina Georgieva, World Bank, serta perwakilan lembaga pemeringkat internasional seperti S&P Global Ratings di Washington DC, Amerika Serikat (AS).
Dalam pertemuan tersebut, Purbaya memaparkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), di tengah ketidakpastian global.
“Kami bertemu dengan 18 investor besar, termasuk Goldman Sachs dan Fidelity Investments. Mereka ingin memahami arah kebijakan pertumbuhan dan pengelolaan anggaran Indonesia, serta menilai apakah strategi tersebut kredibel dan berkelanjutan,” ujar Purbaya melalui keterangan tertulis, Rabu (15/4).
Purbaya menjelaskan pemerintah telah menyampaikan secara komprehensif berbagai kebijakan yang ditempuh, termasuk dampaknya terhadap anggaran negara dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, respons dari IMF, Bank Dunia, serta lembaga pemeringkat sangat positif, terutama terhadap kemampuan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tanpa membebani kebijakan fiskal.
“Mereka menunjukkan antusiasme tinggi dan menggali lebih dalam terkait fundamental ekonomi dan kebijakan kita. Selama ini mereka mempertanyakan bagaimana Indonesia dapat tumbuh lebih cepat dengan anggaran yang tetap terkendali,” jelas Purbaya.
Terkait minat investasi, Purbaya menyampaikan investor global, khususnya dari AS, menunjukkan ketertarikan pada instrumen sektor keuangan, baik fixed income maupun equity.
“Ini sebagian besar merupakan investasi portofolio, bukan foreign direct investment (FDI). Namun, kami optimistis dalam waktu dekat aliran dana tersebut akan masuk dan turut mendorong penguatan pasar modal Indonesia,” tambah Purbaya.
Dalam pertemuan dengan IMF, Kristalina Georgieva menyoroti bahwa ketidakpastian global masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan, antara lain dipicu oleh ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.
Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan Indonesia memiliki kondisi fiskal yang solid dan bantalan anggaran yang memadai.
“IMF tidak memiliki otoritas untuk mengurangi ketidakpastian global, namun menyediakan dukungan bagi negara yang membutuhkan. Indonesia tidak termasuk, karena kondisi fiskal kita kuat dengan bantalan anggaran sekitar Rp 420 triliun,” terang Purbaya.
Purbaya menyampaikan Indonesia telah melakukan penyesuaian kebijakan sejak akhir tahun lalu sehingga mampu menyerap berbagai tekanan eksternal, termasuk lonjakan harga minyak akibat konflik global.
Dalam pertemuan dengan World Bank dan S&P Global Ratings, Purbaya juga memperoleh penilaian positif terhadap strategi fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Bank Dunia dan lembaga rating menyampaikan kepuasan atas strategi yang kami paparkan. Keraguan terhadap kemampuan Indonesia menjaga disiplin fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kini semakin berkurang,” tutur ia.
Ke depan, Bank Dunia juga menyatakan minat untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam mendukung pembangunan jangka panjang, pengentasan kemiskinan, serta pembiayaan proyek strategis di negara berkembang.
Beberapa Investor Global yang hadir pada saat investor meetings di Washington DC, seperti Fidelity, GSAM (Goldman Sachs Asset Management), Eaton Vance, dan MFS.
Baca:Utang Luar Negeri Indonesia Naik Tajam Jadi Rp7.444,3 Triliun



