
Langkah Efisiensi Anggaran, Ini Rencana BGN Terkait Insentif Dapur MBG Rp 6 Juta/Hari
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) tengah merombak pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca terbongkarnya korupsi di lembaga tersebut yang melibatkan eks pimpinan lama Dadan cs. Salah satunya yakni mengubah besaran insentif dapur MBG yang diberikan sebesar Rp 6 juta per hari sebelumnya.
Menurut Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, pihaknya mengubah skema insentif bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Insentif yang selama ini diberikan kepada SPPG alias Dapur MBG Rp 6 juta per hari, dinilai tidak fair.
Hal ini karena jumlah penerima manfaat yang dilayani setiap dapur MBG berbeda-beda. Dengan perubahan ini, akan ada penghematan terhadap anggaran.
“Rp 6 juta per hari flat. Padahal, penerimaan manfaatnya ada yang 500, 1.500, ada yang 3.000 tapi disamakan Rp 6 juta,” ujar Agustina dalam jumpa pers BGN di Jakarta, Kamis (18/6).
BGN sedang mengevaluasi skema insentif yang berlaku dan melakukan pendataan jumlah penerima manfaat MBG. Salah satu opsi yang dikaji adalah insentif akan disesuaikan berdasarkan kapasitas layanan masing-masing Dapur MBG.
“Nah itu juga nanti penerima manfaatnya juga dipastikan dulu di situ ada berapa di daerah yang akan dilayani. Jadi itulah pentingnya kami menyusun data. Jadi salah satu opsinya akan itu,” terangnya.
Baca:Efisiensi Anggaran, Siswa SMA Penerima Manfaat MBG Bakal Dicoret BGN



