Efisiensi Anggaran, Siswa SMA Penerima Manfaat MBG Bakal Dicoret BGN

Efisiensi Anggaran, Siswa SMA Penerima Manfaat MBG Bakal Dicoret BGN

Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) akan memfokuskan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini. BGN bakal mencoret siswa SMA dari penerima manfaat MBG.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengemukakan siswa SMA, utamanya dari kalangan mampu, berpotensi tidak lagi menjadi sasaran program. Kebijakan ini diperkirakan mengurangi sekitar delapan juta penerima manfaat dan menekan kebutuhan anggaran.

“Tujuan program ini kan bagaimana supaya indikator tujuan intervensi gizi ini tercapai, tetapi penerima manfaatnya lebih fokus, misalnya mungkin SMA ya, tidak perlu diberikan lagi MBG, apalagi SMA-SMA yang mungkin uang saku anak-anaknya saja sudah Rp100-200 ribu, mungkin yang high class gitu itu tidak perlu lagi, itu beberapa contoh, sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat,” kata Waka BGN Agustina Arumsari di Jakarta, Senin (15/6).

Ia menegaskan, berdasarkan hasil diskusi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) intervensi gizi yang paling tepat yakni di masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) saat otak manusia sedang berkembang maksimal.

BGN melakukan penataan ulang atau refocusing penerima manfaat sebagai bagian utama dari perbaikan tata kelola MBG, agar esensi program lebih tepat sasaran.

Setelah menata ulang penerima manfaat, pihaknya akan fokus untuk menata ulang tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Secara internal, lanjut dia, BGN juga akan melakukan transformasi dari mulai dari perbaikan sumber daya manusia hingga tata kelola dapur MBG.

“Jadi mohon bersabar, tapi target kami memang tadi sudah kami sampaikan juga satu bulan ini apa, lalu mungkin 3 bulan ke depan itu apa,” ucap Agustina.

Baca:Menkes Siap Mendukung 4 Langkah BGN

Share Here: