
Harga Plastik Naik Tinggi, Tapi Kok Gak Rame
Jakarta – Mungkin cuma di kalangan pedagang pasar saja kali ya, karena faktanya harga plastik saat ini naik tinggi. Sejumlah pedagang pasar mengeluhkan kondisi ini karena pemerintah dirasa tidak banyak memberikan solusi.
Di pasar minggu, salah satu pedagang Rudi mengungkapkan lonjakan harga yang cukup signifikan.
Harga plastik yang sebelumnya berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp 58 ribu per kilogram.
Kenaikan ini mulai terasa sejak menjelang Lebaran, yang diduga berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz.
“Ini dari pas mau Lebaran, saya juga nggak ngerti apa dari Hormuz apa gimana. Itu ngaruh banget itu, parah,” terang Rudi.
Kondisi ini, menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, disebabkan harga bijih plastik yang melonjak.
Lonjakan harga ini secara tidak langsung berimbas usai pecahnya perang di Timur Tengah yang menyebabkan harga minyak sebagai bahan baku plastik juga melonjak.
Rizal saat blusukan ke pasar, menerima banyak keluhan terkait kenaikan harga plastik kemasan.
“Mereka mohon support dari pemerintah, dalam hal ini agar harga diturunkan, khususnya untuk plastik kemasan yang warna bening. Cuma yang agak mahal yang warna bening, kalau yang warnanya gelap atau berwarna-warni lebih murah,” jelas Rizal di Jakarta, Selasa (14/4).
Bulog berencana menyampaikan persoalan ini dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Perindustrian guna mencari solusi. Salah satu opsi yang didorong adalah pengembangan teknologi baru di sektor kemasan agar biaya produksi bisa ditekan.
Baca:Kebijakan Efisiensi WFH ASN Tiap Jumat, Ini Hasil Evaluasinya



