
Ekspor Komoditas Sawit Batu Bara Ferro Alloy Wajib Lapor PT DSI, Gimana Sih Kinerjanya?
Jakarta – Pemerintah mewajibkan 3 komoditas utama Sumber Daya Alam yakni Sawit, Batu bara, dan Ferro Alloy melalui koridor satu pintu di BUMN ekspor yang baru dibentuk, PT DSI. Lantas seperti apa sebenarnya kinerja 3 sektor SDA ini hingga pemerintah pusat memasukkannya sebagai prioritas dalam tata Kelola ekspor hasil sumber daya alam dalam negeri.
Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan kinerja ekspor sejumlah komoditas termasuk 3 komoditas Utama pengelolaan oleh PT DSI yakni batu bara, kelapa sawit, hingga ferro alloy sepanjang Januari-April 2026.
Menurut Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini, nilai ekspor batu bara (HS 2701) pada periode tersebut yakni 1,82 miliar dolar AS pada Januari 2026, kemudian 1,66 miliar dolar AS pada Februari, 2,03 miliar dolar AS pada Maret, dan menjadi 2,07 miliar dolar AS pada April 2026.
Menurut Pudji, negara tujuan utama ekspor batu bara Indonesia selama Januari-April 2026 adalah India, China dan Jepang.
Sementara itu, ekspor kelapa sawit (HS 1511) tercatat sebesar 2,29 miliar dolar AS pada Januari 2026 dan meningkat menjadi 2,40 miliar dolar AS pada Februari.
Nilai ekspor kemudian menjadi 1,42 miliar dolar AS pada Maret sebelum kembali meningkat menjadi 2,11 miliar dolar AS pada April 2026.
Untuk komoditas kelapa sawit, pasar utama ekspor Indonesia selama empat bulan pertama tahun ini adalah India, China dan Pakistan.
Di sisi lain, ekspor ferro alloy (HS 7202) menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten sepanjang Januari-April 2026.
Nilai ekspor komoditas tersebut tercatat sebesar 1,18 miliar dolar AS pada Januari dan Februari, kemudian meningkat menjadi 1,38 miliar dolar AS pada Maret, serta mencapai 1,41 miliar dolar AS pada April 2026.
Adapun negara tujuan utama ekspor ferro alloy Indonesia pada periode tersebut adalah China, Korea Selatan dan India.
“Data yang dirilis BPS ini adalah data ekspor-impor untuk bulan April 2026 ya, sementara tahap transisi awalnya untuk SDA ini 1 Juni 2026. Sehingga bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja ekspor ini nanti mungkin dapat terlihat dari rilis data ekspor di bulan Juni nanti,” kata Pudji, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6).
Baca:Ekspor SDA Wajib Lapor PT DSI, Pengusaha Soroti Hal Ini



