
Ketika Presiden Prabowo Santap MBG Berujung Kepala BGN Dicopot?
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mencopot kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana. Pencopotan Dadan dan 2 orang wakil kepala BGN lainnya, dilakukan usai Presiden Prabowo menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) Bersama siswa SMPN 111 Jakarta. Istana menepis jika pencopotan adalah hasil evaluasi 1,5 tahun perjalanan BGN.
Selasa (2/6) kemarin, BGN mengalami perombakan setelah Kepala BGN Dadan Hindayana, 2 Wakil Kepala Lodewyk Pusung, dan Sonny Sanjaya, dicopot Presiden Prabowo Subianto dari posisinya.
Langkah pencopotan tidak berselang lama usai kegiatan Presiden Prabowo turun ke lapangan mengunjungi Dapur SPPG serta Sekolah penerima manfaat menu MBG di SMPN 111 Jakarta.
Bahkan presiden Prabowo turut menyantap MBG yang disajikan dalam ompreng bersama para siswa dan siswi SMPN 111 Jakarta di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta itu.
Presiden Prabowo mengecek langsung distribusi MBG ke para siswa, setelah makanan itu dimasak dan dipersiapkan di dapur yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palmerah.
Presiden Prabowo pun memasuki beberapa ruang kelas, satu per satu, kemudian melihat langsung anak-anak menyantap makan bergizi gratis, yang pada hari ini menunya antara lain nasi putih, telur, orek tempe, dan masakan sayur.
Presiden pun memasuki ruang kelas dan memperhatikan momen ketika anak-anak itu menyantap makanannya.
Di salah satu ruang kelas, sebagaimana disiarkan dalam foto-foto Sekretariat Presiden dan Tim Media Presiden Prabowo Subianto, Presiden Prabowo ikut duduk bersama para siswa, kemudian berdoa bersama-sama, dan ikut menyantap panganan makanan bergizi gratis.
Selepas itu, di ruang kelas lainnya, Presiden Prabowo juga sempat menanyakan kepada para siswa mengenai rasa makanan bergizi gratis yang dikonsumsi hari ini.
“Makanannya enak gak?” kata Prabowo.
“Enak!” jawab para murid SMPN 111 Jakarta.
Selasa malam harinya, pengumuman pencopotan dilakukan Mensesneg Prasetyo Hadi melalui jumpa persnya yang didampingi Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Kabakom Muhammad Qodari.
Prasetyo Hadi mengungkapkan pertimbangan Presiden Prabowo Subianto mengganti Dadan.
Pihaknya mengevaluasi sejumlah catatan hasil monitoring sekitar 1,5 tahun.
Pras membeberkan catatan yang ditemukan mencakup berbagai aspek, mulai kedisiplinan dalam menjalankan prosedur operasi standar (standard operating procedure/SOP) hingga tata kelola organisasi. Ada juga aspek pengawasan kualitas makanan dalam pelaksanaan program MBG.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola,” ujarnya.
Sebagai pengganti dadan, presiden Prabowo mengangkat Nanik S Deyang menjadi Kepala BGN yang baru.
Baca:Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Dadan Hindayana Digantikan Nanik S Deyang



