
Keracunan MBG: Walikota Bogor Tak Punya Kewenangan Tegur SPPG
Bogor – Pemerintah Kota Bogor mengaku tak punya kewenangan untuk menegur maupun mengatur operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bosowa Bina Insani, setelah menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan SPPG itu menyebabkan ratusan siswa di Bogor keracunan.
Menurut Wali Kota Bogor Dedie Rachim, pemberian teguran adalah wewenang Badan Gizi Nasional (BGN).
“Itu kan (SPPG Bosowa Bina Insani) bukan di bawah kewenangan kita. Perkara gimana, nanti Badan Gizi Nasional (BGN) yang memutuskan. Jadi, kita (Pemkot) jangkauannya enggak sampai situ,” kata Dedie di Gedung Biotrop, Tajur, Bogor, Jawa Barat, Selasa (13/5/2025).
Karena tak punya kewenangan untuk menegur SPPG Bina Insani, saat ini Pemkot Bogor tengah fokus memantau dan mendata korban keracunan agar bisa tertangani dan mendapat bantuan biaya pengobatan dari pemerintah daerah. Hal itu dilakukan agar Pemkot Bogor memiliki dasar untuk mengeluarkan anggaran pembiayaan rumah sakit melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.
“Kenapa kita perlu melakukan penelitian dan mengambil sampel, karena kita perlu memastikan bahwa benar anak-anak ini keracunan. Supaya anak-anak yang keracunan ini bisa dibiayai,” ujar Walikota Bogor itu.
Jika tidak diteliti, menurut Dedie, kemudian tiba-tiba Pemkot mengeluarkan uang dari APBD untuk biaya rumah sakit, hal itu bisa menimbulkan pertanyaan.
“Kan harus ada dasarnya,” ujarnya.
Secara kumulatif total korban yang tercatat sebanyak 223 orang. “Dengan rincian 45 orang menjalani rawat inap, 49 orang menjalani rawat jalan, dan 129 orang mengalami keluhan ringan,” kata Retno dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/5/2025).
Sebaran 45 korban yang menjalani rawat inap selama KLB ini tersebar di RS Hermina sebanyak 11 orang, RS Islam 9 orang, Mayapada lima orang, RS Azra 4 orang, RSUD Kota Bogor 4 orang.
Lalu ada juga di RS PMI sebanyak tiga orang, RS EMC dua orang, RS Graha Medika dua orang, RS Juliana dua orang, RS RS Salak dua orang, dan RS Siloam satu orang.
Korban keracunan ini berasal dari 9 sekolah. “TK Bina Insani 28 orang, SD Bina Insani 13 orang, SMP Bina Insani 96 orang, SMA Bina Insani satu orang, SDN Kukupu 3 delapan orang, SDN Kedung Waringin tujuh orang, SMP Bina Greha delapan orang, SDN Kedung Jaya 1 16 orang, dan SDN Kedung Jaya 2 46 orang,” ujarnya.
Sementara itu, hingga hari ini operasional dapur SPPG di lingkungan sekolah itu masih tetap beroperasi untuk menyiapkan menu MBG esok hari.
Baca dong: Kota Bogor Berstatus KLB Pasca 210 Siswa Keracunan MBG



