Trump Hentikan Semua Sanksi Terhadap Suriah

Trump Hentikan Semua Sanksi Terhadap Suriah

Riyadh – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali membuat gebrakan baru. Kali ini, di bawah kepemimpinannya, pemerintah Washington akan menghentikan semua sanksi terhadap Suriah. Keputusan itu diucapkan Trump dalam pidatonya di Forum Investasi Saudi-AS di Riyadh, Arab Saudi pada Selasa (13/5/2025). Forum ini termasuk dalam kunjungannya selama empat hari di Timur Tengah.

“Saya akan memerintahkan penghentian sanksi terhadap Suriah untuk memberi mereka kesempatan meraih kejayaan,” kata Trump.

Trump mengatakan bahwa di Suriah, yang telah mengalami begitu banyak kesengsaraan dan kematian, ada pemerintahan baru yang diharapkan akan berhasil menstabilkan negara dan menjaga perdamaian. “Itulah yang ingin kita lihat,” ujarnya.

“Di Suriah, mereka telah mengalami banyak tragedi, perang, pembunuhan selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya pemerintahan saya telah mengambil langkah pertama untuk memulihkan hubungan normal antara Amerika Serikat dan Suriah untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade,” kata Trump.

Di sisi lain, Trump mengatakan bahwa sanksi terhadap Suriah “brutal dan melumpuhkan”, di mana ia mengisyaratkan bahwa sanksi itu tidak lagi memiliki fungsi penting. “Sekarang, saatnya mereka bersinar,” katanya tentang negara tersebut. “Kami akan mencabut semuanya.”

Selanjutnya ia mengatakan, “Jadi saya katakan, Semoga beruntung Suriah. Tunjukkan kepada kami sesuatu yang sangat istimewa, seperti yang telah mereka lakukan, terus terang saja, di Arab Saudi,” ujar Trump.

Sejak 1979 Suriah telah ditetapkan Amerika Serikat sebagai negara sponsor terorisme. Sanksi tambahan Amerika Serikat dijatuhkan pada negara itu pada tahun 2004 dan pada tahun 2011, setelah rezim Presiden Bashar Al Assad saat itu, menghajar pemberontakan anti-pemerintah dengan brutal.

Dalam waktu 14 tahun, Suriah hancur oleh perang saudara, kekerasan sektarian, dan serangan teroris brutal, termasuk pengambilalihan sebagian wilayah negara oleh ISIS pada tahun 2014, lalu ditambah dengan pemboman massal oleh Barat untuk membasmi kelompok ekstremis itu.

Penggulingan rezim Bashar Al Assad selama serangan mendadak oleh kelompok milisi anti-Assad pada Desember 2024 telah mengejutkan masyarakat global dan membawa prospek awal baru bagi Suriah.

Presiden baru Suriah, Ahmed al-Sharaa – seorang mantan anggota al-Qaeda yang mengaku dirinya sebagai orang yang telah direformasi – kini memimpin pemerintahan transisi Suriah.

Share Here: