Timor-Leste Anugerahi Megawati Medali Penghargaan Grande Colar

Timor-Leste Anugerahi Megawati Medali Penghargaan Grande Colar

Jakarta – Presiden Kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, dianugerahi penghargaan tertinggi dari Pemerintah Timor-Leste, yakni Grande Colar da Ordem de Timor-Leste. Penghargaan itu diberikan pada Megawati yang juga merupakan Ketua Umum PDI Perjuangan, atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan persahabatan, dialog, dan normalisasi hubungan bilateral pascapemulihan kemerdekaan Timor-Leste.

Upacara penganugerahan medali Grande Colar bagi Megawati Soekarnoputri digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, Dili.

Kedatangan Presiden kelima RI itu disambut hangat oleh dua tokoh penting Timor-Leste, Presiden José Ramos-Horta dan Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão.

Kepala Staf Kepresidenan Timor-Leste, Henriqueta Maria da Silva, membacakan bahwa penghargaan berdasarkan UU No. 2/2009 ini diberikan atas kontribusi signifikan Megawati dalam memperkuat hubungan persahabatan, dialog, dan normalisasi hubungan bilateral pascapemulihan kemerdekaan Timor-Leste.

Presiden José Ramos-Horta secara khusus memuji peran krusial Megawati selama masa-masa sulit transisi demokrasi Indonesia (Reformasi). Ramos-Horta menggarisbawahi keputusan berani Megawati pada Pemilu 1999 yang memilih menerima hasil konstitusional secara damai demi menjaga stabilitas lembaga negara.

“Beliau menempatkan kepentingan demokrasi di atas aspirasi pribadi yang sah. Pilihan itu mewakili salah satu pembuktian tertinggi dari sikap negarawan sejati,” kata Ramos-Horta, di Jakarta, Kamis (9/7).

Ramos-Horta juga mengapresiasi kebesaran hati Megawati saat menjabat sebagai Presiden RI pada 2001 yang sepenuhnya menerima realitas sejarah baru, mendukung transisi PBB (UNTAET), serta membangun jembatan diplomasi yang kuat.

Dalam sambutan pidatonya, Megawati menegaskan bahwa penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan sebuah amanat dan janji masa depan yang harus terus dikerjakan oleh Indonesia dan Timor-Leste.

“Penghargaan Grand Collar ini adalah sebuah mata rantai yang saling mengunci. Setiap mata rantai menopang mata rantai berikutnya. Bagi saya, di situlah maknanya: persahabatan Indonesia dan Timor-Leste adalah rantai yang harus terus memanjang—dari satu generasi ke generasi berikutnya, tanpa pernah terputus,” tegas ketua PDI perjuangan itu.

Ia pun menitipkan pesan mendalam agar generasi muda kedua negara merawat hubungan yang setara ini.

Baca:Proyek Restorasi 10 Tahun Candi Prambanan Yang Digagas Prabowo-Modi

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha