Sinyal Merah, Korban PHK Tembus 43 Ribu Orang

Sinyal Merah, Korban PHK Tembus 43 Ribu Orang

Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat sebanyak 43.000 pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga Juni 2026. Sektor manufaktur paling banyak menyumbang PHK.

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, Kemnaker merilis data itu dapat diakses publik melalui portal resmi Satudata Kemnaker. Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan jumlah pekerja yang terdampak.

“Kalau nggak salah kemarin 43 ribu yang di bulan Juni kemarin ya, sampai bulan Juni. Artinya kan kita selalu update, nanti dilihat saja,” kata Anwar di Jakarta, Senin (29/6).

Anwar menambahkan, pemerintah tidak hanya berfokus pada pencatatan data, tetapi juga menyiapkan melakukan mitigasi. Hal ini penting dilakukan dengan harapan rencana PHK tidak benar-benar terjadi.

Anwar menyebut industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang diduga mendominasi. Meski demikian, ia mengaku masih perlu melakukan pengecekan lebih lanjut untuk memastikan rinciannya.

Angka PHK bulan Juni bertambah dibanding periode Januari-Mei 2026. Berdasarkan data Kemnaker, Pemutusan hubungan kerja periode tersebut mencapai 23.470 orang. Perhitungan tersebut hanya mencakup pekerja yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Baca:Berlaku Juli, Pemerintah Larang Sistem Outsourcing

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha