
Sinyal Hijau Di Awal Pekan, Rupiah Menguat Di 17.700 Per Dolar AS
Jakarta – Nilai tukar rupiah pada pekan pembukaan Perdagangan menguat di level Rp 17.700 per dolar AS. Tidak hanya itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound di atas 6000. Sinyal hijau sepekan ke depan?
Pada Senin pagi, 15 Juni 2026, rupiah bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp 17.778 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 17.860 per dolar AS. Angka ini sempat menyentuh level 17.685 per dolar AS di penutupan sesi pertama.
Seperti dilansir Antara, Sinyal hijau rupiah diprediksi mampu menguat ke level 17.500 pada pekan depan.
Menurut Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian, penguatan rupiah berlanjut dipengaruhi kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax.
Menurut Fakhrul, setelah mengalami tekanan yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir, pasar mulai melihat adanya perubahan arah kebijakan yang lebih jelas dan konsisten.
“Rupiah masih berpotensi menguat menuju kisaran Rp 17.500 per dolar AS pada pekan depan. Pasar mulai melihat bahwa otoritas ekonomi Indonesia bersedia mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan memulihkan kepercayaan investor,” ujar Fakhrul, senin (15/6).
Ia berpendapat ada tiga faktor fondasi penguatan rupiah. Pertama, BI telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap stabilitas nilai tukar melalui kenaikan suku bunga kumulatif sebesar 75 basis poin. Kedua, penyesuaian harga BBM khususnya Pertamax mulai memperbaiki persepsi pasar terhadap kondisi fiskal Indonesia.
Ketiga, adanya efisiensi dan penyesuaian anggaran pada sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Selain faktor domestik, perkembangan geopolitik global seperti AS-Iran, juga memberikan tambahan momentum positif bagi mata uang indonesia.



