
Awal Pekan, IHSG Masih Loyo, Rupiah Ada Di Rp18.107
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/6), masih belum memperlihatkan perbaikan kinerja setelah sempat kebakaran pada penutupan pekan lalu. IHSG bergerak melemah dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik maupun global. Rupiah pun masih drop.
IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31, dan terus melemah hingga 222,29 poin atau 3,99 persen ke posisi 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.
Dari mancanegara, tema utama pasar saat ini adalah pergeseran fokus dari harapan pemangkasan suku bunga menuju risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.
Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, dan bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan tambahan.
Data Nonfarm Payrolls AS Mei 2026 bertambah 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85.000, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,3 persen. Data ekonomi yang kuat justru menjadi kabar buruk bagi pasar saham karena memperkuat keyakinan bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama.
Pada pekan ini, fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi AS dengan Iran, dan respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David pada akhir pekan.
Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati nada komunikasi Kevin Warsh dan pejabat The Fed lainnya, setelah data tenaga kerja yang sangat kuat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.
Baca:Menanti Reaksi Rapat Tak Biasa Hari Sabtu DPR-BI-Menkeu Di Awal Perdagangan Pekan Ini



