
September Ini Kereta Cepat Whoosh Diambil Alih Menkeu Purbaya, Utang Aman?
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penyerahan pengelolaan utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dari Danantara mulai berlangsung 15 September. Namun, saat ini ia masih menggodok skema penyelesaian kewajiban tersebut.
“Masih kita diskusikan, itu tanggal 15 yang jelas akan diserahkan oleh kita. 15 September,” ujar Purbaya di Jakarta, Minggu (30/8).
Purbaya menjelaskan penyelesaian utang Whoosh ini akan melibatkan Badan Layanan Umum (BLU) atau Special Mission Vehicle (SMV) yang di bawah Kemenkeu. Kemungkinan ada dua SMV yang akan mengelola Whoosh nantinya.
“Kita masih godok bentuknya yang paling pas seperti apa melibatkan beberapa SMV dari Kementerian Keuangan. Dua (SMV) mungkin. Bisa juga kita pakai yang SMV yang kecil, bisa juga yang besar. Kita lihat nanti skema yang paling pas seperti apa,” beber Purbaya.
Sebelumnya, Skema KCIC diambil Kemenkeu menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
Sejauh ini, konsorsium empat BUMN Indonesia tadi memegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pengelola kereta cepat Whoosh. Sisa 40% lainnya merupakan kepemilikan konsorsium perusahaan China.
Baca:60 Persen Saham Kereta Cepat Whoosh Diambil Alih Kemenkeu, Termasuk Utangnya



