
Ribuan Anak Keracunan MBG, IDAI: Enough Is Enough
Jakarta – Reaksi keras dilontarkan Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso menyusul ribuan anak keracunan usai menyantap hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini. IDAI mendesak seluruh pihak yang memiliki wewenang menjalankan program MBG ini harus melakukan evaluasi.
Dalam kesempatan jumpa pers-nya secara daring, Ketua IDAI menyampaikan keprihatinan mendalam atas banyaknya kasus keracunan MBG di banyak daerah.
“Sudah cukup lah. Enough is enough. Cukup berhenti sampai sini keracunannya,” kata dr Piprim, Kamis (25/9/2025).
“Kalau program MBG-nya mau dilanjutkan, silakan. Tapi jangan ada jatuh korban keracunan lagi,” tambah dr Piprim.
dr Piprim mengatakan MBG merupakan program yang mulia dari Presiden Prabowo Subianto. Program ini menurutnya, bertujuan meningkatkan nutrisi pada anak-anak sekolah, sehingga harus dijalankan dengan sebaik mungkin.
dr Piprim berharap seluruh pihak yang memiliki wewenang menjalankan program MBG ini harus melakukan evaluasi. Hal ini untuk mengidentifikasi masalah-masalah dan menemukan solusi, sehingga angka keracunan bisa ditekan hingga nol.
Di Jawa Barat, kasus siswa keracunan MBG menjadi kejadian luar biasa (KLB). Setidaknya 1.775 pelajar di Jabar menjadi korban dengan gejala keracunan usai menyantap menu MBG.
Dari data Laboratorium Kesehatan (Labkes) Provinsi Jawa Barat, ada 20 kasus keracunan mulai dari Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Cianjur, Garut, Dinkes Kabupaten Sumedang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Cirebon, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sukabumi.
Sebelumnya, data mencengangkan diungkapkan JPPI yang merilis angka 6452 kasus siswa keracunan MBG di berbagai daerah. Mereka mendesak program MBG dihentikan.
Baca dong:: JPPI Ungkap Data Keracunan MBG Capai 6452 Kasus



