Rano Karno Pimpin Apel Pengerukan Serentak 17 Sungai

Rano Karno Pimpin Apel Pengerukan Serentak 17 Sungai

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno memimpin apel pagi pengerukan sungai secara serentak yang digelar di Taman Waduk Pluit, Jakarta Utara, Minggu (23/2/2025). Menurut Rano, apel itu digelar untuk mengawali pengerukan serentak di 17 sungai dan kanal yang tersebar di enam wilayah Jakarta.

“Hari ini kita bergerak bergerak bersama untuk melakukan pengerukan serentak di 17 sungai dan kanal pada enam wilayah kota/kabupaten DKI Jakarta,” ujar Rano Karno di Taman Waduk Pluit.

Melalui Apel Siaga (Siap Jaga) Jakarta ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta itu ingin memastikan bahwa koordinasi kesiapan personel serta operasional infrastruktur pengendali banjir seperti pompa, pintu air, drainase, serta kegiatan pengerukan kali, sungai, dan waduk dapat dilaksanakan dengan optimal.

Kegiatan Siaga Jakarta dilaksanakan ribuan personel Pasukan Biru Dinas Sumber Daya Air Jakarta dan Pasukan Pelangi. Pasukan Pelangi terdiri petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Dinas Pertamanan dan Kehutanan, Dinas Bina Marga, Dinas Sumber Daya Air (SDA), Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Sosial (Dinsos), Satpol PP, dan BPBD.

Ribuan personel itu diterjunkan untuk mengeruk belasan aliran sungai, serta memperdalam bendungan dan waduk di kawasan Jakarta. Pelaksanaan Siaga Jakarta itu diperkuat dengan 122 unit alat berat dan 84 unit untuk pekerjaan fisik.

“Semua alat berat itu ipakai untuk menangani banjir,” kata Rano Karno.

Rano juga berpesan kepada warga DKI Jakarta di tengah risiko banjir akibat curah hujan tinggi, agar masyrakat tidak membuang sampah dengan sembarangan. Ia meminta warga ikut memantau aliran air di lingkungan masing-masing dengan membersihkan sampah dan sedimen.

Artis pemeran Si Doel Anak Betawi itu pun mendorong warga melaporkan sumbatan di lingkungan mereka kepada dinas terkait. “Melaporkan potensi penyumbatan atau genangan air kepada pihak berwenang agar segera ditangani,” ujar Rano.

Selain itu ia berharap warga tidak mendirikan bangunan di atas air, di atas kali atau saluran. Sebab, hal itu dapat menghalangi dan mempersulit kegiatan pengerukan yang merupakan bagian dari pemeliharaan infrastruktur pengendalian banjir.

Share Here: