Dzikir Pagi, Al Zalzalah Ayat 7-8: Maha Adil Timbangan Allah, Kebaikan Dan Kejahatan Manusia Dibalas

Dzikir Pagi, Al Zalzalah Ayat 7-8: Maha Adil Timbangan Allah, Kebaikan Dan Kejahatan Manusia Dibalas

Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat Al Zalzalah Ayat 7-8. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.

Surat Al Zalzalah Ayat 7-8:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Arab Latin:
7. Famay ya‘mal miṡqāla żarratin khairay yarah(ū).
8. Wa may ya‘mal miṡqāla żarratin syarray yarah(ū).

Artinya:
7. Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.
8. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.

Tafsir Ringkas Kemenag:
Pada saat itu setiap manusia akan mengetahui nasib dirinya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia akan menerima pahala atasnya. Dia merasa senang dan bahagia karena perbuatannya tidak sia-sia.

Dalam ayat-ayat ini, Allah merincikan balasan amal masing-masing. Barang siapa beramal baik, walaupun hanya seberat atom niscaya akan diterima balasannya, dan begitu pula yang beramal jahat walaupun hanya seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolong dan melepaskannya dari siksa karena kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.

Dan sebaliknya, barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah dan menganggapnya remeh, niscaya dia akan melihatnya dalam buku catatan amalnya lalu dia pun akan menerima balasannya. Inilah bukti kemahaadilan Allah; Dia tidak menzalimi siapa pun.

Dalam ayat-ayat ini, Allah merincikan balasan amal masing-masing. Barang siapa beramal baik, walaupun hanya seberat atom niscaya akan diterima balasannya, dan begitu pula yang beramal jahat walaupun hanya seberat atom akan merasakan balasannya. Amal kebajikan orang-orang kafir tidak dapat menolong dan melepaskannya dari siksa karena kekafirannya. Mereka akan tetap sengsara selama-lamanya di dalam neraka.

Wallohu A’lam Bishowab.

Baca:Dzikir Pagi, Al-Adiyat Ayat 6: Mukmin Bertobat Karena Watak Asli Manusia Ingkar Pada Penciptanya

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha