Rahasia Jaga Stamina Dan Konsumsi Sehat Selama Mudik

Rahasia Jaga Stamina Dan Konsumsi Sehat Selama Mudik

Jakarta – Lebaran Idul Fitri sebentar lagi. Ini momen yang paling ditunggu-tunggu setiap keluarga, apalagi setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa yang cukup menantang. Jaga stamina saat mudik pun itu penting.

Jauh-jauh hari, keluarga di kota sudah ancang-ancang melakukan perjalanan mudik, entah itu dengan moda transportasi darat, laut, maupun udara. Lelahnya? Jangan tanya! Berdesak-desakan di stasiun kereta api, terminal bus, hingga pelabuhan laut, sudah jadi pemandangan yang lazim. Belum lagi yang berkendara melalui jalan darat, baik mobil pribadi maupun bus umum. Menyetir non-stop, menahan kantuk, adalah ujian bagi para pengemudi. Demikian juga jika macet dialami hingga beberapa kilometer panjangnya. Semua dijalani demi dapat pulang ke kampung halaman tercinta, bertemu dengan sanak keluarga tercinta.

Perjalanan mudik yang panjang, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum, dapat menguras energi dan menyebabkan tubuh kelelahan. Kondisi diperparah dengan perubahan cuaca dan kurangnya waktu istirahat yang cukup.
Akibatnya, daya tahan tubuh dapat menurun, sehingga lebih rentan terhadap serangan penyakit seperti flu, batuk, dan gangguan pencernaan.

“Kelelahan akan mengurangi konsentrasi dan dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi berbagai penyakit,” ujar Dr. Agus Tjandra.

Tantangan buat tubuh bukan cuma itu. Tantangan lebih berat setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa ialah banyaknya orang yang cenderung melakukan ‘balas dendam’ dengan mengonsumsi secara sembrono berbagai hidangan khas Lebaran yang
tinggi lemak, gula, dan kolesterol, baik di kampung halaman maupun di tempat-tempat wisata. Ketidakseimbangan pola makan ini dapat meningkatkan risiko gangguan pencernaan, lonjakan kadar gula darah, serta masalah kesehatan lainnya seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi. Begitu pun, tidak berarti kita harus secara ekstrem membatasi asupan selama Lebaran.

Menurut Agus Tjandra, ada beberapa jenis makanan yang bisa memicu penyakit-penyakit di atas yang dapat dihindari. Yang pertama, makanan-makanan pedas seperti sambal, gulai, atau rendang. Yang terakhir disebut dikenal mengandung santan dan sering dihangatkan. Pemanasan berulang ini menjadi lemak jenuh yang menyebabkan kolesterol naik. Yang patut diwaspadai juga adalah makanan manis dan gurih.

Makanan manis dan gurih seperti kue, cake, es krim, dan kerupuk dapat memicu gula darah dan konsumsi garam jadi berlebih sehingga menyebabkan gula darah dan tekanan darah tidak terkontrol. Sementara makanan berminyak seperti gorengan, martabak, atau roti canai dapat memicu radang tenggorokan karena kandungan lemak yang dapat mengiritasi tenggorokan.

“Menjaga kesehatan baik saat mudik maupun selama perayaan Idul Fitri sangat penting agar tubuh tetap fit dan dapat menikmati momen kebersamaan dengan keluarga,” tegas Agus Tjandra.

Beberapa langkah jaga stamina bisa diambil untuk mengantisipasi situasi mudik dan perayaan Lebaran, khususnya dalam mencegah keluhan dan penyakit tersebut muncul. Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas sistem kekebalan tubuh dengan peningkatan immune booster, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan banyak minum air putih.

Tips konsumsi makanan Lebaran dengan aman
1. Makan secara moderat dan tidak berlebihan untuk menghindari gangguan kesehatan.
2. Pilih makanan yang seimbang, usahakan tidak terlalu pedas, berminyak, manis, atau asin.
3. Minum air yang cukup untuk membantu menjaga kelembaban tenggorokan.
4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet karena dapat memicu radang tenggorokan.
5. Berolahraga rutin dan beristirahat yang cukup.
6. Konsumsi vitamin atau produk herbal untuk membantu memelihara daya tahan tubuh dari berbagai serangan penyakit

Share Here: