
Prabowo Pantau Konflik Iran-Israel dan Penyelamatan WNI
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memantau perkembangan konflik Iran-Israel dengan cermat. Presiden juga menginstruksikan seluruh jajaran, baik di dalam negeri maupun perwakilan di luar negeri, untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak.
“Untuk keselamatan WNI, Pak Presiden sudah memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengantisipasi dan menyelamatkan jika ada hal-hal yang memang perlu dilakukan untuk mengevakuasi WNI yang di sana,” kata Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa.
Presiden juga menegaskan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang mengedepankan prinsip perdamaian dibandingkan konflik bersenjata. Kepala Negara melakukan berbagai upaya guna mendorong penurunan eskalasi konflik di kawasan itu.
“Posisi Indonesia adalah posisi yang menginginkan bahwa perdamaian jauh lebih bagus, perdamaian jauh lebih baik ketimbang perang yang membawa korban kedua belah pihak,” ujarnya.
Ketegangan Iran dan Israel meningkat sejak Jumat (13/6/2025) ketika Israel melancarkan serangan udara di sejumlah lokasi di Iran. Teheran lalu membalas dengan meluncurkan rudal balistik. Kondisi makin parah ketika AS menyerang tiga titik fasilitas nuklir Iran pada Sabtu (21/6/2025). Iran lalu membalas dengan menembakkan rudal ke Pangkalan Militer AS Al Udeid di Qatar, Senin malam (23/6/2025).
Eskalasi ketegangan yang terjadi di Iran membuat Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono memutuskan untuk meningkatkan status siaga keamanan di wilayah KBRI Teheran dari Siaga 2 ke Siaga 1, sehingga memberi lampu hijau untuk mengevakuasi para WNI dari negara tersebut. Sebanyak 97 WNI yang dievakuasi dari Iran tiba di tanah air pada Selasa sore.
Baca dong: Al Udeid Ternyata Kosong Melompong Saat Dirudal Iran



