
Al Udeid Ternyata Kosong Melompong Saat Dirudal Iran
Doha – Pangkalan militer Amerika Serikat di Al Udeid ternyata sudah dalam keadaan kosong ketika rudal-rudal Iran menyerang lokasi itu pada Senin malam (23/6/2025) waktu setempat. Deretan pesawat tempur yang biasa terparkir di hanggar dan landasan pacu pangkalan militer Al Udeid tak tampak satu pun.
Menurut laporan CNN, tampak dari satelit bahwa pangkalan militer Al Udeid sudah kosong dan bahkan jet-jet tempur yang biasa mangkal di sana sudah terbang meninggalkan Al Udeid sebelum Amerika Serikat menyerang 3 fasilitas nuklir Iran pada hari Minggu (23/6/2025). Pejabat Amerika Serikat dan Irak juga telah mendapatkan pemberitahuan bahwa rudal-rudal Iran meluncur ke Al Udeid.
Amerika Serikat kemudian berhasil mencegat rudal-rudal Iran itu dengan rudal-rudal Patriot, sehingga tidak sampai menghantam pangkalan militer Al Uded. Tak ada satu orang pun menjadi korban dalam serangan 4 rudal Iran yang meluncur ke pangkalan militer Amerika Serikat terbesar di Timur Tengah itu.
Pangkalan militer Amerika Serikat Al Udeid terletak sekitar 32 kilometer dari ibu kota Qatar, Doha. Al Udeid adalah sebuah pusat militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah dan punya peran penting bagi militer. Pangkalan seluas 24 hektare itu berada di luar Ibu Kota Doha yang dibangun sejak 1996.
Sejak 2003, Qatar rutin mendukung pengembangan pangkalan itu. Dalam catatan Kementerian Luar Negeri Qatar, mereka menginvestasikan hingga US$ 8 miliar untuk Al Udeid. Penggelontoran dana ini membuat Washington hemat.
“Investasi berada di garis depan kesiapan militer sekaligus menghemat miliaran dolar bagi pembayar pajak AS,” demikian menurut laporan The Hill, yang dikutip Al Jazeera.
Karena itu pula Presiden Donald Trump menganggap enteng serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar pada Senin malam (23/6/2025). Trump mengakui bahwa serangan rudal Iran ke pangkalan Al Udeid milik AS di Qatar itu adalah balasan atas serangan Negeri Paman Sam ke 3 situs nuklir Iran pada Minggu.
Namun, kata Trump serangan Iran itu lemah karena tidak memakai senjata mematikan dan Teheran sempat memberikan peringatan terlebih dahulu demi menghindari korban jiwa.
“Iran secara resmi merespons Penghancuran Fasilitas Nuklir mereka dengan respons yang sangat lemah, seperti yang sudah kami perkirakan, dan telah kami tangani secara efektif,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
“Saya ingin berterima kasih kepada Iran karena telah memberi kami pemberitahuan lebih awal, yang memungkinkan tidak adanya korban jiwa maupun yang terluka,” tambahnya seperti dikutip AFP.
Trump menyatakan harapannya agar perang yang bermula dari serangan Israel yang menargetkan program nuklir Iran itu segera berakhir.
“Mungkin sekarang Iran bisa bergerak menuju Perdamaian dan Harmoni di Kawasan, dan saya akan sangat mendorong Israel untuk melakukan hal yang sama,” tulis Trump. Iran, katanya, telah “meluapkan semuanya dari ‘sistem’ mereka, dan semoga tidak akan ada lagi KEBENCIAN.”
Di hari yang sama, Trump juga mengeklaim berhasil membuat Iran dan Israel sepakat gencatan senjata bertahap mulai hari ini. Melalui unggahan di media sosialnya pada Senin (23/6/2025) waktu AS, Trump mengumumkan “gencatan senjata penuh dan total” antara Israel dan Iran yang ia harap akan menjadi permanen.
Kata Trump, gencatan senjata dijadwalkan akan dimulai dalam waktu sekitar enam jam. “Telah disepakati sepenuhnya antara Israel dan Iran bahwa akan ada GENCATAN SENJATA PENUH DAN TOTAL (dalam sekitar 6 jam dari sekarang, setelah Israel dan Iran menyelesaikan misi akhir mereka yang sedang berlangsung!), selama 12 jam, dan setelah itu perang akan dianggap SELESAI,” tulis Trump di media sosial. Menurut unggahan Trump, gencatan senjata ini akan diberlakukan secara bertahap dalam 24 jam ke depan.
Tapi Iran membantah soal kesepakatan gencatan dengan Israel. Mereka bahkan mengisyaratkan bakal berhenti menggempur jika Tel Aviv juga setop menyerang. Menlu Iran Abbas Araghchi di X menegaskan bahwa hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata atau penghentian operasi militer.
“Hingga saat ini, TIDAK ADA ‘kesepakatan’ apa pun mengenai gencatan senjata atau penghentian operasi militer. Namun, jika rezim Israel menghentikan agresinya yang melanggar hukum terhadap rakyat Iran selambat-lambatnya pukul 4 pagi waktu Tehran, kami tidak berniat melanjutkan respons militer kami setelah itu,” ucap Araghchi.
Baca dong: Indonesia Dorong Perundingan Untuk Selesaikan Konflik AS-Iran



