Penistaan Agama, Viral Challenge Hafalan Surah Al-Qur’an Ad-Dhuha Demi Miras Newport

Penistaan Agama, Viral Challenge Hafalan Surah Al-Qur’an Ad-Dhuha Demi Miras Newport

Jakarta – Yang satu ini jelas tergolong penistaan agama. Pelakunya kudu dihukum. Publik dihebohkan promosi minuman keras (miras) brand Newport berkedok tantangan hafalan Al-quran.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam keras viral aksi promosi minuman keras (miras) berkedok tantangan hafalan Al-Qur-an. MUI menegaskan tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang mana pun.

Video yang beredar dilihat pada Selasa (11/8), tampak momen booth produk miras Newport di salah satu festival musik Sound Projects menggelar tantangan (challenge) hafalan salah satu surah Al-Qur-an Ad-Dhuha bagi pengunjung. Dalam video itu, disebutkan pengunjung yang bisa hafal mendapat imbalan produk miras.

Masih dalam video tersebut, terlihat pengunjung yang menghafal satu per satu ayat Ad-Dhuha. Ada juga tepukan tangan saat pengunjung itu selesai menghafal.

Ketua MUI Bidang Fatwa, Prof KH Asrorun Niam Sholeh, menyatakan gimik pemasaran yang memadukan ayat suci dengan minuman beralkohol telah melanggar tatanan agama, etika moral, hingga hukum yang berlaku. Kata MUI, pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Tindakan tersebut tidak bisa dibenarkan, baik secara keagamaan, moral etika, maupun secara hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Niam di kutip dari MUI Digital, Selasa (11/8).

Guru Besar Ilmu Fikih UIN Jakarta tersebut menjelaskan Al-Qur’an merupakan Kalamullah yang sangat disucikan dan kegiatan membacanya adalah bentuk ibadah bernilai tinggi. Sebaliknya, minuman keras merupakan jenis minuman yang secara tegas diharamkan dalam Al-Qur’an.

Menurut Niam, membuat gimik membaca Al-Qur’an dengan iming-iming hadiah minuman keras bentuk merendahkan kesucian Al-Qur’an.

Pihak penyelenggara, The Sounds Project, mengecam kejadian tersebut. Pihak penyelenggara mengaku kejadian tersebut tidak sesuai arahan maupun persetujuan The Sounds Project. Penyelenggara kini sudah menegur pihak sponsor dan memintanya untuk menyelesaikan kasus tersebut hingga tuntas.

“Kami telah menegur pihak sponsor terkait dan meminta mereka untuk menyelesaikan kasus ini hingga tuntas,” ujarnya.

Pihaknya juga akan mengawal kasus tersebut dan mengidentifikasi pihak yang terlibat langsung pada insiden itu agar dapat dipertanggungjawabkan.

Baca:Dugaan Pembunuhan Berencana, Polisi Naik-kan Kematian Tak Wajar Sutrimo Jadi Penyidikan

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha