
Pengaruh Indonesia Makin Besar Dengan Gabung BRICS
Jakarta – Pengaruh Indonesia di Dunia Internasional akan semakin besar, setelah bergabung sebagai anggota penuh kelompok BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Karena itu banyak politisi yang menyambut baik pengumuman Indonesia sebagai anggota BRICS.
“Artinya peran dan ruang pengaruh Indonesia akan makin besar,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR RI Ahmad Heryawan, atau biasa disapa Aher itu, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Dalam situasi dunia yang tengah bergejolak, menurut Aher, Presiden Prabowo Subianto dapat memanfaatkan posisinya untuk dapat lebih berperan dalam menjaga keseimbangan global dan perdamaian dunia sesuai dengan prinsip politik bebas aktif.
Soal kolaborasi isu-isu global, Aher mengatakan bahwa BRICS dapat menyediakan platform bagi Indonesia untuk berkolaborasi dengan negara-negara berkembang lainnya dalam isu-isu global yang mendesak. Misalnya isu perubahan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan isu-isu kemanusiaan seperti isu Palestina.
“Indonesia harus memanfaatkan peluang ini,” ujarnya.
Mantan Gubernur Jawa Barat itu menilai, salah satu isu penting bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS adalah soal kerja sama ekonomi. Kata Aher, BRICS dapat memberikan peluang yang sangat nyata bila Indonesia menginginkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 hingga 7 persen.
Menurut dia, negara-negara BRICS memiliki potensi ekonomi signifikan dan dapat menawarkan pasar dan peluang investasi baru bagi Indonesia.
“Dengan lebih dari 3,27 miliar orang, BRICS memiliki kekuatan ekonomi yang besar dan pada 2023 mencapai sekitar 35 persen dari PDB dunia, porsi ekonomi yang luar biasa,” kata Aher.
Selain itu, Aher mengatakan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan alternatif pembiayaan infrastruktur dan lainnya, tanpa harus bergantung ada Bank Dunia atau Dana Moneter Internasional (IMF). Sebab, BRICS memiliki lembaga keuangan New Development Bank (NDB) yang merupakan bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS.
Di sisi lain, Indonesia dituntut untuk membangun hubungan yang baik dengan siapa pun, khususnya di ASEAN. Sebab, ASEAN berpeluang menjadi pusat pertumbuhan baru ekonomi global. Seiring penguatan kawasan, ASEAN dapat menjadi peluang baru untuk disinkronisasikan dan diperkuat dengan bergabungnya Indonesia ke BRICS.
Hal ini sangat penting, karena bagaimanapun juga kawasan ASEAN adalah lingkungan dan tetangga terdekat Indonesia. “Indonesia adalah anggota utama ASEAN dan telah memprioritaskan kerja sama regional,” kata Aher.
Pada Senin, 6 Januari 2025 lalu, sebagai pemegang presidensi BRICS tahun ini, Brasil mengumumkan bahwa Indonesia telah resmi menjadi anggota organisasi perekonomian internasional itu.
“Indonesia, yang memiliki populasi dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, memiliki kesamaan pandangan dengan anggota-anggota BRICS lainnya dengan mendukungan reformasi institusi global dan kontribusi positif untuk menguatkan kerja sama antara negara-negara Selatan Global,” demikian pernyataan pemerintah Brasil.



