Pengamanan Besar-besaran Saat Pelantikan Kedua Trump

Pengamanan Besar-besaran Saat Pelantikan Kedua Trump

Washington – Pengamanan besar-besaran digelar saat pelantikan kedua Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Senin (20/1/2025) atau Selasa dini hari (21/1/2025) WIB. Pelantikan itu menandai kembalinya Trump ke Gedung Putih setelah mengalahkan Joe Biden dalam pemilu lalu yang berkuasa selama empat tahun terakhir.

Pengamanan diperkuat setelah muncul kekhawatiran akan percobaan pembunuhan terhadap Trump selama kampanye, dan berlangsung hingga dua kali. Pelantikan Trump kali ini juga dipindahkan ke Rotunda Capitol karena cuaca. Upacara pelantikan pertama ini menjadi upacara pelantikan pertama yang diselenggarakan dalam ruangan sejak 1985.

Perubahan lokasi pelantikan ini juga mengubah protokol keamanan dengan cepat. Seluruh lembaga penegak hukum bekerja keras untuk memastikan keselamatan presiden terpilih dan para tamu.

Dinas Rahasia AS memimpin koordinasi sumber daya federal, negara bagian, dan lokal di bawah acuan Presidential Decision Directive 62 dan Presidential Threat Protection Act of 2000. Mereka bekerja sama dengan berbagai lembaga penegak hukum untuk memastikan secara menyeluruh.

Menurut Wali Kota Washington D.C. Muriel Bowser, lembaga keselamatan publik telah menghabiskan hampir satu tahun untuk menyusun rencana keamanan komprehensif bersama mitra federal.

Acara pelantikan Trump ditetapkan sebagai National Special Security Event (NSSE), dengan perimeter keamanan terluas yang pernah dibuat dalam sejarah pelantikan, dengan pemasangan pagar sepanjang 48 kilometer mengelilingi gedung Capitol.

Sekitar 25.000 personel keamanan, termasuk 7.800 anggota Garda Nasional dan 4.000 petugas Departemen Kepolisian Metropolitan, dikerahkan untuk mengamankan acara yang dihadiri oleh 250.000 tamu dengan undangan resmi.

Bagian paling penting dari pusat kota Washington D.C., mencakup wilayah sekitar tiga kilometer dari Gedung Putih ke Capitol, ditutup untuk lalu lintas kendaraan umum. Pemeriksaan dilakukan secara ketat di sejumlah pos pemeriksaan bagi para tamu yang hadir.

Polisi Capitol AS melarang barang-barang seperti senjata api, bahan peledak, pisau, dan drone berada di area Capitol. Beberapa stasiun metro ditutup sepanjang hari sebagai bagian dari langkah pengamanan, sementara yang lainnya beroperasi dengan pengawasan ketat.

Transportasi umum mulai dibuka pukul 4.00 pagi waktu setempat (09.00 GMT). Untuk mengamankannya, ratusan personel keamanan dikerahkan untuk memantau seluruh sistem transportasi umum ini.

Adapun Administrasi Penerbangan Federal (FAA) memberlakukan zona larangan terbang dengan radius 30 mil laut (55,5 kilometer) dari ibu kota Washinton, termasuk larangan penggunaan drone. Sementara pengawasan udara dilakukan sejumlah helikopter badan penegak hukum AS sepanjang acara.

Penjaga Pantai AS juga meningkatkan keamanan maritim secara signifikan dengan mengerahkan lebih dari 300 personel dari Coast Guard Sector Maryland-National Capital Region serta unit lainnya secara nasional untuk memantau dan mengamankan jalur air.

Operasi keamanan komprehensif ini menjadi salah satu upaya penegakan hukum terkoordinasi terbesar dalam sejarah modern AS. Realitas ini mencerminkan ketegangan dan tantangan keamanan yang meningkat di sekitar acara itu.

Baca dong: trump-akan-ambil-alih-terusan-panama-lagi/

Share Here: