
Megawati Gandeng Tangan Prabowo Di Harlah Pancasila, Balas Sanjungan PDIP Saat Pidato Paripurna?
Jakarta – Ada momen menarik pada saat acara peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2026 yang digelar Senin kemarin. Usai upacara, Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga merupakan ketua umum partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri tampak menggandeng tangan Presiden Prabowo Subianto, yang notabene merupakan ketua umum partai Gerindra. Keduanya tampak tertawa sambil berjalan bersama. Gimmick semata?
Momen akrab Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri sudah terlihat di awal acara upacara peringatan hari lahir pancasila yang digelar di halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6).
Sebelum memasuki upacara, Prabowo, Gibran, dan Mega tampak menerima laporan dari perwira upacara di dalam Gedung Pancasila.
Prabowo berdiri di depan, sementara Gibran dan Mega di belakangnya. Usai menerima laporan, Prabowo tampak memberikan gesture ke Mega untuk mengajak jalan bersama di sampingnya.
Namun, Megawati menolak dan mempersilakan Prabowo jalan terlebih dahulu. Prabowo lalu berjalan menuju mimbar upacara diikuti Gibran dan Megawati menyusul.
Prabowo menjadi inspektur dalam upacara Hari Pancasila ke-80 ini. Selain memimpin, Prabowo juga memberikan amanat usai prosesi inti.
Usai upacara, momen kehangatan Prabowo dan Megawati kembali terlihat. Prabowo mulanya terlihat berbincang dengan Wapres ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) dan Wapres ke-13 Ma’ruf Amin. Sementara Mega terlihat berada di belakang JK dan Ma’ruf Amin.
Prabowo kemudian mempersilakan Megawati, JK dan Ma’ruf Amin berjalan. Namun, Megawati mengajak Prabowo untuk berjalan bersama.
Megawati tampak menggandeng tangan Prabowo. Keduanya pun terlihat berjalan bersama. Megawati dan Prabowo terlihat tertawa bersama.
Momen kehangatan tersebut sebenarnya tampak biasa. Namun jika menilik beberapa peristiwa ke belakang, gandengan tangan tersirat makna khusus.
Publik tentu ingat pada saat Presiden Prabowo berpidato di Rapat Paripurna DPR yang berulang kali menyanjung fraksi PDIP yang berada di luar pemerintahan. Terlebih lagi, Prabowo yang menceritakan jasa sumbangsih Megawati saat dirinya juga berada di peran oposisi pemerintahan.
Gandengan tangan seakan merespon hubungan istimewa keduanya, meski berada di jalur yang berbeda. Dalam komunikasi politik, setiap gesture menyiratkan pesan baik itu disadari atau tidak. Kita mengetahui bahwa dari dulu Gerindra memang tengah menarik PDIP dalam koalisi pemerintahan untuk mengajegkan kekuasaan eksekutif presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu PDIP menepis hal tersebut untuk dibaca lebih dari sekedar momen hangat komunikasi keduanya yang memang sudah baik sejak dulu.
Baca:Presiden Prabowo Bakal Pimpin Upacara Peringatan Harlah Pancasila



