
Ini Detil Proyeksi Makro Ekonomi Dalam RAPBN 2027 Yang Disahkan Paripurna DPR
Jakarta – Rapat Paripurna DPR RI menyetujui pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027. Seperti apa proyeksi makro ekonomi Indonesia pada RAPBN 2027.
Keduanya baik RAPBN dan RKP 2027 akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN dan Nota Keuangan 2027.
“Laporan atas hasil pembahasan pendahuluan RAPBN 2027 dan RKP 2027 tersebut akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN 2027,” kata Ketua DPR RI Puan Maharani di Jakarta, Kamis (2/7).
Pembacaan hasil RAPBN 2027 dan RKP 2027 dibacakan oleh Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) Wihadi Wijanto. Hal itu merupakan hasil pembahasan sebelumnya bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.
Wihadi mengatakan pembahasan bersama pemerintah telah dilakukan sejak awal Juni 2026 dan disepakati untuk membentuk empat panitia kerja (Panja).
Berikut kesepakatan RAPBN 2027 yang diketok dalam Rapur DPR.
ASUMSI DASAR EKONOMI MAKRO 2027
– Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5% (tetap dari KEM-PPKF)
– Inflasi: 1,5-3,5% (tetap dari KEM-PPKF)
– Nilai tukar rupiah: Rp 16.800-Rp 17.500/US$ (tetap dari KEM-PPKF)
– Tingkat suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3% (tetap dari KEM-PPKF)
– Harga minyak mentah Indonesia (ICP): US$ 70-95 per barel (tetap dari KEM-PPKF)
– Lifting minyak bumi: 605.000-620.000 barel per hari (berubah dari KEM-PPKF 602.000-615.000 barel per hari)
– Lifting gas bumi: 951.000-990.000 barel setara minyak per hari (berubah dari KEM-PPKF 934.000-977.000 barel setara minyak per hari).
POSTUR MAKRO FISKAL 2027
– Pendapatan negara: 12,01-12,40% PDB (berubah dari KEM-PPKF 11,82-12,40%)
– Belanja negara: 13,81-14,80% PDB (berubah dari KEM-PPKF 13,62-14,80%)
– Keseimbangan primer: 0,45-0,14% (tetap dari KEM-PPKF)
– Defisit: 1,80-2,40% PDB (tetap dari KEM-PPKF)
– Pembiayaan investasi: 0,50-0,90% (tetap dari KEM-PPKF)
– Jumlah pinjaman terhadap PDB: 40,31-40,64% (tetap dari KEM-PPKF).
Baca:Jangan Kaget, 4 Toko Online Ini Pungut Pajak Per 1 Agustus, Ada Shopee



