
Giliran Santri Di Ponpes Bogor Diduga Dicabuli Pengajar-nya
Jakarta – 3 santri yang menjadi korban pencabulan oleh pengajar pondok pesantren di Ciawi Bogor melapor pada pihak kepolisian. Pengakuan pelapor peristiwa pencabulan terjadi pada 2025.
Viral di media sosial dengan narasi 17 santri diduga menjadi korban pencabulan oleh pengajar di salah satu pesantren di Ciawi, Kabupaten Bogor. 3 korban melapor polisi.
“Jadi itu baru dugaan (17 korban pencabulan) karena kami baru menerima laporan resmi dari tiga orang korban,” Kata Kasat PPA/PPO Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri, Kamis (7/5).
Silfi mengatakan ketiga korban yang telah melapor merupakan remaja berusia belasan tahun. Sementara itu, pihak yang dilaporkan di antaranya pengajar dan teman satu pesantren.
“Korban laki-laki, yang dilaporkan juga laki-laki. Korban usianya kelas 8-9 SMP, sekitar 14-15 (tahun). Jadi dari setiap korban ini, yang dilaporkannya itu beda-beda. Jadi (pelaku) bukan satu orang yang sama,” kata Silfi.
Silfi menyebut saat ini pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan terhadap korban dan saksi. Kepolisian juga akan memanggil pihak pesantren untuk dimintai keterangan.
“Kita lagi mau mengarah ke saksi dulu, kemarin kan kita fokus dulu ke korbannya terkait visum, pemeriksaan psikolog, dan psikiatrumnya. Jadi memang masih berproses,” kata Silfi.
Silfi menambahkan peristiwa pencabulan terjadi pada 2025. Beberapa korban dicabuli terlapor ketika sedang tidur dan diketahui oleh temannya. Silfi mempersilakan pihak-pihak yang merasa menjadi korban untuk membuat laporan.
Baca:Modus Pemilik Ponpes Perkosa Santriwati, Korban Hamil Dinikahkan Ke Senior



