Gembira Sambut Ramadan, Haram Baginya Neraka (Part 2)

Gembira Sambut Ramadan, Haram Baginya Neraka (Part 2)

Jakarta – Ada beberapa keistimewaan bulan Ramadan lainnya yang diberikan Allah kepada manusia beriman yaitu dilipatgandakan pahalanya, diampuni dari segala dosanya, dibelenggunya para syetan, dan tergolong orang-orang yang bertakwa.

Diampuni dosanya oleh Allah

Dengan demikian patutlah kita bersyukur kepada Allah atas tibanya bulan Ramadan di tahun ini. Sebab bulan ini adalah bulan kenikmatan bagi orang-orang yang beriman. Tidak ada yang tiada disyukuri saat tibanya Ramadan karena segala dosa di bulan itu diampuni oleh Allah Swt. Hal itu juga Rasulullah Saw., menjelaskan dalam hadisnya.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ اِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَلَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu (HR. Bukhari).

Dibelenggunya para Syetan

Keistimewaan lainnya pada bulan Ramadan adalah Allah Swt., memberikan pertolongan kepada manusia agar manusia merasa ringan dalam beribadah, diantaranya dibukanya pintu-pintu sorga dan dibelenggunya syetan-syetan. Seperti yang tertera dalam hadis Rasulullah Saw.

اِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِحَتْ اَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ اَبْوَابُ النَّارِوَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

Jika tiba bulan Ramadhan, maka dibuka pintu-pintu syurga dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada saat manusia beriman ddan bersungguh-sungguh melaksanakan puasa, dengan cara meninggalkan segala perbuatan yang tidak membatalkan puasa seperti mencegah, makam, minum, dan berbagai perbuatan maksiat. Maka para syetan akan terbelenggu oleh kesalihan manusia selama di bulan Ramadan, sehingga manusia terbebas dari segala perbuatan hawa nafsu syetan.

Oleh sebab itu dibukanya pintu sorga adalah dalam rangka memfasilitasi orang-orang beriman yang mengikuti ajaran Allah dan Rasulnya, sehingga diselamatkan dari ancaman api neraka.

Tergolong Orang yang Bertakwa

Puasa Ramadan di samping sebagai perintah yang wajib dilaksanakan adalah dalam rangka agar menjadi orang-orang yang bertakwa. Dengan jalan berpuasa maka proses menuju takwa dapat dicapai. Puasa yang manakah yang dapat mencapai takwa? Tentu puasa yang sesuai dengan ketentuan syariat Islam yaitu dengan menjalankan amar makruf nahi munkar dengan sungguh-sungguh.

Derajat yang paling tinggi atau paling mulia di sisi Allah adalah derajat orang-orang yang bertakwa. Apa pun sukunya, rasnya, golongannya mereka akan menempati posisi yang tertinggi manakala mereka bertakwa kepada Allah. Seperti penjelasan Allah dalam surat Alhujurat ayat 13.

إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞ ١٣

“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Maka di bulan Ramadan tiba Allah memerintahkan hambanya yang beriman untuk melaksanakan ibadah puasa agar menjadi orang bertakwa, seperti yang difirmankan oleh Allah Swt., dalam surat Albaqarah ayat 183.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Adapun orang-orang yang bertakwa karena saking mulianya di sisi Allah, maka Allah akan mencukupkan kehidupannya kepada mereka seperti dalam firman-Nya dalam surat Attalaq ayat 2-3 dan 4, serta surat Alaraf ayat 96.

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا ٢ وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ …….. ٣

“2. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” 3. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…”

وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مِنۡ أَمۡرِهِۦ يُسۡرٗا ٤

“Dan barang -siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”

Dalam surat Alaraf ayat 96 bahwa orang-orang yang bertakwa itu akan dilimpahkan keberkahan oleh Allah dari langit dan dari bumi.

وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.”

Banyak Keberkahan Rezeki

Di bulan suci Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Banyak rezeki yang mengalir bagi para pedagang baik yang muslim maupun nonmuslim. Secara materi, di tengah-tengah bulan suci Ramadan banyak orang yang mengais rezeki untuk persiapan hari raya Idul Fitri. Sebagian besar masyarakat ada yang berdagang, ada diskon besar-besaran di pasar-pasar swalayan.

Baik pedagang besar maupun pedagang kecil semuanya mendapat rezeki di bulan Ramadan. Bagi para pegawai baik nnegeri maupun swasta, mereka mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Maka bulan Ramadan disebut juga Syahrul Mubarak (bulan keberkahan).Demikianlah sajian Isi Tarhib Ramadan dalam menyambut Ramadan di tahun ini semoga bermanfaat bagi kita semua.

*Drs Ahmad Muttaqillah, Mpd adalah Pendakwah dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Share Here: