Gembira Sambut Ramadan, Haram Baginya Neraka (Part 1)

Gembira Sambut Ramadan, Haram Baginya Neraka (Part 1)

Jakarta – Tarhib Ramadan adalah ucapan selamat atas kedatangan bulan Ramadan. Sekaligus penghormatan dan kegembiraan atas datangnya bulan suci Ramadan. Sebab Ramadan adalah bulan kemuliaan yang mulianya sebanding dengan seribu bulan.

Di dalam hadis dijelaskan tentang keutamaan orang yang merasa bergembira terhadap datangnya bulan Ramadan. Hadis ini terdapat dalam kitab Durratun Nasihin

مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ

Yang artinya: “Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.”

Ada beberapa keistimewaan bulan Ramadan lainnya yang diberikan Allah kepada manusia beriman yaitu dilipatgandakan pahalanya, diampuni dari segala dosanya, dibelenggunya para syetan, dan tergolong orang-orang yang bertakwa.

Dilipatgandakan Pahalanya Oleh Allah

Ramadan adalah bulan yang istimewa bagi orang-orang yang beriman. Sangat layak bagi orang yang beriman bergembira pada saat tibanya bulan Ramadan.

Bukan saja gembira, tetapi kita harus mensyukuri kedatangan bulan Ramadan tersebut. Apa sebabnya? Yaitu karena bulan itu adalah penuh dengan kemuliaan. Kemuliaannnya sebanding dengan seribu bulan. Begitu juga amal kebajikannya adalah sebanding dengan amal seribu bulan. Artinya nilai yang diperoleh dari amal salih dilipatgandakan pahalanya sampai seribu kali atau dapat dikalikan dengan seribu dalam setiap amal kebaikan.

Didalam surat Alqadar ayat 1-5 disebutkan.

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ ١  وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ ٢  لَيۡلَةُ ٱلۡقَدۡرِ خَيۡرٞ مِّنۡ أَلۡفِ شَهۡرٖ ٣ تَنَزَّلُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا بِإِذۡنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمۡرٖ ٤  سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ ٥

  1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
  2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu
  3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan
  4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan
  5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Begitulah Allah Swt., memberikan keistimewaan pada bulan Ramadan bagi para hamba yang beriman. Kemuliaan yang Allah berikan kepada manusia beriman adalah sebagai motivasi agar mampu meraih kehidupan yang terbaik dunia dan akhirat.

Motivasi derajat amal manusia itu di bulan Ramadan dapat dikalikan 7, 10, 100 sampai dengan dengan bilangan 1000. Apabila dikalikan dengan 1000 seperti termaktub dalam surat Alqadar maka bisa mencapai 700.000 kemuliaan derajatnya. Seperti yang dijelaskan dalam ayat yang lain dan hadis rasulullah Saw., sebagai berikut:

Dalam Surat Albaqarah ayat 261

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ ٢٦١

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan

Syabib ibnu Bisyr meriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, bahwa menafkahkan harta untuk keperluan jihad dan ibadah haji pahalanya dilipatgandakan sampai tujuh ratus kali lipat.

Surat Alanam ayat 160

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشۡرُ أَمۡثَالِهَاۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجۡزَىٰٓ إِلَّا مِثۡلَهَا وَهُمۡ لَا يُظۡلَمُونَ ١٦٠

“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).”

Sejalan dengan surat Alanam ayat 160 di atas, dalam surat Alqasas ayat 84 dan surat Anaml ayat 89 dengan redaksi yang sama dijelaskan:

مَن جَآءَ بِٱلۡحَسَنَةِ فَلَهُۥ خَيۡرٞ مِّنۡهَا

“Barang siapa yang datang dengan membawa kebaikan maka baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu.”

Dalam Surat Alhadid ayat 18 dijelaskan

إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ أَجۡرٞ كَرِيمٞ ١٨

“Sesungguhnya orang-orang yang membenarkan (Allah dan Rasul-Nya) baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (pembayarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.”

Malaikat, makhluk Allah yang paling taat di dunia pun mendoakan kepada manusia yang selalalu beramal kebajikan. Hal ini juga dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad Saw., yang diriwayatkan oleh Muslim.

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا

، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya: Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua Malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak.” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah.” (HR Bukhari dan Muslim).

Makna “khalafan” yang terdapat dalam hadis di atas adalah mengganti, seperti juga yang tertuang dalam firman Allah dengan istilah “yukhlifuhu” artinya menggantinya, terdapat  dalam surat Saba ayat 39.

قُلۡ إِنَّ رَبِّي يَبۡسُطُ ٱلرِّزۡقَ لِمَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦ وَيَقۡدِرُ لَهُۥۚ وَمَآ أَنفَقۡتُم مِّن شَيۡءٖ فَهُوَ يُخۡلِفُهُۥۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ٣٩

  1. Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)”. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya

Mengenai dua malaikat yang mendoakan. Siapakah kedua malaikat itu? Di dalam hadis dijelaskan yang dimaksud dengan dua malaikat adalah malaikat yang berdiri di pintu-pintu langit dan satu lagi malaikat yang berada di tempat lainnya, seperti dalam hadis berikut.

إِنَّ مَلَكًا بِبَابٍ مِنْ أَبْوَابِ السَّمَاءِ يَقُوْلُ: مَنْ يُقْرِضِ الْيَوْمَ يُجْزَى غَدًا وَمَلَكًا بِبَابٍ آخَرَ يَقُوْلُ:

اَللَّهُمَّ أَعْطِ لِمُنْفِقٍ خَلَفًا وَعَجِّلْ لِمُمْسِكٍ تَلَفًا.

“Sesungguhnya satu Malaikat yang ada di sebuah pintu dari pintu-pintu langit berkata: ‘Barangsiapa meminjamkan pada satu hari ini, maka akan dibalas pada esok hari, dan satu Malaikat lainnya yang ada di pintu lain berkata: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak dan segera hancurkanlah (harta) orang yang kikir. (Ibnu Hibban).

*Drs. Ahmad Muttaqillah, MPd adalah Pendakwah dan Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Share Here: