Aksi “IndonesiaGelap” Menggema, Muncul Spanduk Nyeleneh

Aksi “IndonesiaGelap” Menggema, Muncul Spanduk Nyeleneh

Jakarta – Seruan aksi dengan simbol tanda pagar #IndonesiaGelap menggema dan trending di X sejak pagi hingga siang. Aksi ini digelorakan para mahasiswa untuk menentang kebijakan efisiensi anggaran negara oleh Presiden Prabowo Subianto. Hingga berita ini diturunkan tagar Indonesia Gelap menempati urutan pertama trending di X dengan 116 ribu postingan. #IndonesiaGelap merupakan ekspresi protes warganet terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai menimbulkan masalah.

Aksi turun ke jalan mengusung tema Indonesia Gelap diserukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Se Indonesia (BEM SI). Hingga Senin (17/2/2025) Pukul 14.30 WIB ratusan mahasiswa mulai mendatangi kawasan Patung, Kuda, Jakarta Pusat. Sekitar 1000 mahasiswa Universitan Indonesia dikabarkan akan turun ke jalan.

Dalam aksinya ini sejumlah spanduk dengan aneka tulisan nyeleneh mereka bawa untuk mengkritik pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Anaknya makan gratis, Ortunya di PHK,” bunyi kalimat dalam salah satu spanduk yang mengkritik program makan siang gratis.

“Tut Wuri Efisiensi”. “EfisienShit!”, dan “Ok Gas Ok Gas, Anggaran Sulit!” turut mewarani aksi massa mahasiswa di Jakarta. Aksi ini juga dilaporkan digelar mahasiswa Indonesia di daerah-daerah lain.

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitan Indonesia (BEM UI) di media sosial X merasa keresahannya melihat kondisi bangsa akhir-akhir ini.

“Begitu banyak kebijakan ugal-ugalan nirsubstansi yang menyebabkan penderitaan rakyat terus berlanjut,” tulis akun @bemuiofficial di X.  Merekapun mengunggah lima tuntutan kepada pemerintah, yakni:

  1. Mencabut Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang tidak berpihak pada rakyat.
  2. Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.
  3. Melakukan pencairan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara penuh tanpa hambatan birokrasi dan pemotongan yang merugikan.
  4. Mengevaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan mengeluarkan dari anggaran pendidikan.
  5. Berhenti membuat kebijakan publik tanpa basis riset ilmiah dan tidak berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Koordinator Pusat BEM SI, Herianto, mengungkapkan bahwa aksi Indonesia Gelap akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (19/2/2025) dengan melibatkan sekitar 5.000 massa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Share Here: