
Dzikir Pagi, An-Nas Ayat 3: Allah Dan Tidak Ada Sekutu Bagi-Nya
Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat An-Nas Ayat 3. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.
Surat An-Nas Ayat 3:
اِلٰهِ النَّاسِۙ
Arab Latin: Ilāhin-nās(i).
Artinya: sembahan manusia.
Tafsir Ringkas Kemenag:
Sembahan manusia, Tuhan yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah Tuhan yang patut disembah dan dimintai perlindungan.
Ayat-ayat ini mendahulukan kata Rabb (pendidik) dari kata Malik dan Ilāh karena pendidikan adalah nikmat Allah yang paling utama dan terbesar bagi manusia. Kemudian yang kedua diikuti dengan kata Malik (Raja) karena manusia harus tunduk kepada kerajaan Allah sesudah mereka dewasa dan berakal. Kemudian diikuti dengan kata Ilāh (sembahan), karena manusia sesudah berakal menyadari bahwa hanya kepada Allah mereka harus tunduk dan hanya Dia saja yang berhak untuk disembah.
Wallohu A’lam Bishowab.
Baca:Dzikir Pagi, Ali Imran Ayat 139: Mukmin Menjaga Mental Tidak Merasa Lemah Dan Bersedih



