
Dzikir Pagi, Al-Fatihah Ayat 6: 17 Kali Sehari, Mukmin Minta Petunjuk Hidup Yang Allah Ridhoi
Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat Al-Fatihah Ayat 6. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.
Surat Al-Fatihah Ayat 6:
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ
Arab Latin: Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).
Artinya: Bimbinglah kami ke jalan yang lurus.
Tafsir Ringkas Kemenag:
Kami memohon, tunjukilah kami jalan yang lurus, dan teguhkanlah kami di jalan itu, yaitu jalan hidup yang benar, yang dapat membuat kami bahagia di dunia dan di akhirat, serta dapat mengantarkan kami menuju keridaan-Mu.
Apakah yang dimaksud dengan jalan lurus itu? bahwa rasul-rasul telah membawa aqā’id (kepercayaan-kepercayaan), hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak, dan pelajaran-pelajaran. Pendeknya, para rasul telah membawa segala sesuatu yang perlu untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhirat.
Maka aqā’id, hukum-hukum, peraturan-peraturan, akhlak dan pelajaran-pelajaran itulah yang dimaksud dengan jalan lurus itu, karena dialah yang menyampaikan manusia kepada kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat sebagaimana disebutkan.
Jadi dengan menyebut ayat ini seakan-akan kita memohon kepada Allah, “Bimbing dan berilah kami taufik, ya Allah dalam melaksanakan ajaran-ajaran agama kami. Betulkanlah kepercayaan kami. Bimbing dan berilah kami taufik dalam melaksanakan kepercayaan kami. Bimbing dan berilah kami taufik dalam melaksanakan hukum, peraturan-peraturan, serta pelajaran-pelajaran agama kami. Jadikanlah kami mempunyai akhlak yang mulia, agar berbahagia hidup kami di dunia dan akhirat.”
Wallohu A’lam Bishowab.
Baca:Dzikir Pagi, Al-Falaq Ayat 1: Berlindung Pada Allah Dari Segala Perbuatan Kejahatan Makhluk



