Dzikir Pagi, An-Najm Ayat 3-4: Al-quran Wahyu Yang Rasulullah Ucapkan Tanpa Hawa Nafsu

Dzikir Pagi, An-Najm Ayat 3-4: Al-quran Wahyu Yang Rasulullah Ucapkan Tanpa Hawa Nafsu

Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat An-Najm Ayat 3-4. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.

Surat An-Najm Ayat 3-4:

وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوٰى
اِنْ هُوَ اِلَّا وَحْيٌ يُّوْحٰىۙ

Arab Latin: Wa mā yanṭiqu ‘anil-hawā. In huwa illā waḥyuy yūḥā.

Artinya:
dan tidak pula berucap (tentang Al-Qur’an dan penjelasannya) berdasarkan hawa nafsu(-nya).
Ia (Al-Qur’an itu) tidak lain, kecuali wahyu yang disampaikan (kepadanya).

Tafsir Ringkas Kemenag:
Apa saja yang dilakukan oleh Nabi Muhammad merupakan perintah Tuhannya, dan tidaklah pula yang diucapkannya itu, yaitu ayat-ayat Al-Qur’an, merupakan perkataan kosong dan menurut keinginannya saja.

Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa Muhammad saw itu tidak sesat dan tidak keliru karena beliau seorang yang tidak pernah menuruti hawa nafsunya termasuk dalam perkataannya. Orang yang mungkin keliru atau tersesat ialah orang yang menuruti hawa nafsunya.

Ayat ke empat diterjemahkan bahwa Al-Qur’an yang disampaikannya tidak lain adalah wahyu Allah yang diwahyukan kepadanya.

Dalam ayat ini, Allah menguatkan ayat sebelumnya, yakni bahwa Muhammad saw hanyalah mengatakan apa yang diperintahkan oleh Allah untuk disampaikan kepada manusia secara sempurna, tidak ditambah-tambah dan tidak pula dikurangi menurut apa yang diwahyukan kepadanya.

Wallohu A’lam Bishowab.

Baca:Dzikir Pagi, An-Nahl Ayat 127: Berat, Tapi Allah Tolong Kita Untuk Sabar

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha