Zuckerberg Tentang Akhir Media Sosial Dan Ancaman TikTok

Zuckerberg Tentang Akhir Media Sosial Dan Ancaman TikTok

Washington – CEO Meta Mark Zuckerberg mengatakan bahwa era media sosial untuk berbagi dan berinteraksi dengan kerabat disebut bakal berakhir. Hal itu diungkap Zuckerberg dalam sidang gugatan Federal Trade Commission (FTC) atas dominasi Meta, induk Facebook dan Instagram, di pasar media sosial.

FTC menuding Meta melakukan monopoli karena perusahaan memanfaatkan kesuksesan awal Facebook dengan mengakuisisi pesaingnya untuk menguasai pasar media sosial. Hanya Snapchat dan MeWe yang dianggap sebagai pesaing serius Meta, sementara platform seperti TikTok atau YouTube tidak dianggap setara karena bukan untuk menghubungkan teman dan keluarga.

Namun, Mark Zuckerberg menyatakan bahwa masa-masa awal Facebook menghubungkan teman-teman lama sudah berakhir. Dalam kesaksiannya, Zuckerberg menjelaskan tentang definisi pasar yang digunakan FTC tidak lagi mencerminkan kenyataan yang dihadapi Meta saat ini.

Zuckerberg mengatakan bahwa media sosial seperti Facebook dan Instagram sekarang lebih berfungsi sebagai mesin pencari dan tidak lagi digunakan untuk berinteraksi dengan teman maupun keluarga. “Orang-orang akan berbagi dengan cara yang baru dalam lima tahun mendatang dibandingkan dengan apa yang terjadi saat ini,” kata Zuckerberg di New York Post, Kamis (16/5).

Zuckerberg mengatakan, saat ini pengguna media sosial tidak lagi untuk terhubung dengan teman atau keluarga, tapi tempat untuk menambah teman dan berbagi konten. “Jumlah orang yang berbagi dengan teman di Facebook, khususnya, telah menurun,” kata Zuckerberg.

Mantan COO Meta, Sheryl Sandberg, juga menyatakan tren berbagi dengan teman dan keluarga kian menurun. Apabila perusahaan tetap fokus pada hal itu, akan menghadapi tantangan besar dalam kinerja keuangan.

“Bahkan jumlah teman baru yang ditambahkan orang, saya pikir telah menurun. Tapi saya tidak tahu angka pastinya,” lanjut dia. Sebaliknya, Zuckerberg mengatakan bahwa perusahaan telah melihat peningkatan besar dalam pesan langsung atau direct messages.

Tidak hanya itu, Zuckerberg juga mengungkap alasan mengapa Meta menambah fitur Reels di sejumlah platform media sosial mereka. Reels merupakan fitur video singkat yang menjadi saingan TikTok.

Menurut dia langkah itu diambil agar Meta tetap relevan dan semakin menjadikan platformnya lebih mirip TikTok. Selain itu, Meta juga berinvestasi besar-besaran dalam algoritma pencarian. Zuckerberg mengatakan, popularitas TikTok yang meledak telah mengubah dinamika media sosial saat ini.

Zuckerberg mengatakan bahwa TikTok merupakan ancaman serius bagi Meta. Ia menjelaskan bahwa Meta menghadapi persaingan ketat dari TikTok, YouTube, dan platform lain untuk mendapatkan perhatian pengguna.

Zuckerberg mengamati bahwa pertumbuhan mereka melambat secara dramatis ketika TikTok semakin populer di tahun 2018. “Itu sangat mendesak. Ini telah menjadi prioritas utama perusahaan selama beberapa tahun,” lanjut dia.

Zuckerberg juga mengakui bahwa saat ini TikTok masih lebih besar daripada Facebook atau Instagram. Hal ini membuatnya gusar.

“Dan saya tidak suka jika kompetitor kami lebih baik dari kami,” tuturnya di Ars Technica.

Meskipun demikian, Zuckerberg mengaku bahwa Meta tidak tertarik untuk mengakuisisi TikTok. Zuckerberg mengatakan salah satu cara melawan platform media sosial asal China itu hanya dengan membuat fitur yang mirip.

Menurut dia langkah itu merupakan satu-satunya cara untuk menghindari eksodus massal setelah pengguna Facebook mulai menurun untuk pertama kalinya pada tahun 2022.

Share Here: