UEA Ungkap Alasan Cabut dari Keanggotaan OPEC

UEA Ungkap Alasan Cabut dari Keanggotaan OPEC

Jakarta – Uni Emirat Arab (UEA) mengungkapkan alasan keluar dari keanggotaan asosiasi negara penghasil minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan OPEC+. Menteri Energi UEA Suhail Mohamed Al Mazrouei menyebut keputusan keluar murni sebagai perwujudan visi ekonomi negara.

Menurut Al Mazrouei, keputusan ini bukan keputusan politik. UEA sendiri mengumumkan pada awal bulan ini mereka akan keluar dari OPEC. Negara itu telah menjadi anggota asosiasi tersebut sejak 1967.

“Keputusan ini diambil setelah penilaian komprehensif terhadap kebijakan produksi nasional dan kemampuan masa depan, dan semata-mata didasarkan pada kepentingan nasional Uni Emirat Arab, tanggung jawabnya sebagai pemasok energi yang andal, dan komitmen teguhnya untuk menjaga stabilitas pasar. Keputusan ini tidak didasarkan pada pertimbangan politik apa pun, dan juga tidak mencerminkan adanya perpecahan antara Uni Emirat Arab dan para mitranya,” kata Al Mazrouei, Senin (18/5).

Al Mazrouei menyatakan, keputusan keluar dari OPEC merupakan pilihan kedaulatan dan strategis yang berasal dari visi ekonomi jangka panjang negara, evolusi kemampuan negara di sektor energi, dan komitmen teguh terhadap keamanan energi global.

Sebelum perang, UEA memproduksi minyak lebih dari 3 juta barel per hari, secara umum jumlahnya sesuai dengan target OPEC+. Bahkan negara tersebut sempat menargetkan kapasitas produksi minyak 4,9 juta barel per hari. Sekarang, karena perang, UEA hanya memproduksi minyak 1,8-2,1 juta barel per hari.

UEA merupakan anggota OPEC yang paling berpengaruh setelah Arab Saudi. Negara tersebut merupakan salah satu dari sedikit anggota yang memiliki kapasitas produksi cadangan yang signifikan untuk memepngaruhi harga dan menanggapi guncangan pasokan minyak.

Kapasitas cadangan merupakan produksi yang menganggur yang dapat diaktifkan dengan cepat untuk mengatasi krisis besar. Arab Saudi dan UEA bersama-sama mengendalikan sebagian besar total kapasitas cadangan dunia yang lebih dari 4 juta barel per hari, menjadikan mereka sangat berpengaruh pada pasar minyak dunia.

Baca:Minyak Dunia Naik Lagi Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha