
Minyak Dunia Naik Lagi Usai Trump Tolak Proposal Damai Iran
Jakarta – Harga minyak melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal balasan Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Trump tegas menyatakan bahwa dirinya tidak menyukai proposal yang diajukan Iran.
Sementara Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu mengingatkan bahwa konflik dengan Iran belum berakhir. Pernyataan itu memicu kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan mengancam pasokan energi global.
“Saya baru saja membaca respons dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya – UNACCEPTABLE!” tulis Trump, pada Senin (11/5).
Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS pada senin pembukaan naik 5,35% menjadi US$ 96,71 per barel. Sementara minyak Brent menguat 4,81% menjadi US$ 103,64 per barel.
Netanyahu mengatakan masih ada material nuklir dan uranium yang diperkaya yang harus dikeluarkan dari Iran. Netanyahu juga menyebut pihak Iran masih terus memproduksi rudal balistik.
“Masih ada fasilitas pengayaan yang harus dibongkar, masih ada kelompok proksi yang didukung Iran, dan masih ada rudal balistik yang ingin mereka produksi. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan,” ujarnya.
Sejumlah analis mengatakan harga minyak masih berpotensi naik lebih lanjut jika Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan. Meski demikian, pasar minyak sejauh ini masih tertopang oleh tingginya persediaan minyak, pelepasan cadangan strategis, lemahnya permintaan di negara berkembang.



