Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka

Trump Umumkan Kesepakatan Damai dengan Iran, Selat Hormuz Dibuka

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Iran, sekaligus membuka Selat Hormuz untuk pelayaran bebas bea. Pengumuman ini datang tepat di hari ulang tahun Trump yang ke-80, Minggu (14/6/2026).

Perjanjian tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi pada Minggu, dan akan segera mengakhiri permusuhan antara Iran dan AS.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya.

“Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa bea, dan sekaligus mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal dunia, hidupkan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir,” lanjutnya.

Selat Hormuz sendiri sebagian besar telah tertutup sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Desember lalu.

Dalam unggahan terpisah, Trump menyatakan kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan, serta mengisyaratkan bakal menyusul perjanjian perdamaian yang lebih komprehensif dengan Iran.

“Banyak presiden yang telah mencoba membuat perdamaian dengan Iran, dan semuanya gagal sebelum saya,” tulisnya.

“Para pemimpin kawasan telah, untuk pertama kalinya, menemukan seorang presiden yang dapat membantu mereka mencapai perdamaian sejati,” ujarnya.

Namun Trump juga tidak lepas mengeluarkan peringatan. Dalam wawancara dengan The New York Times, ia menyebut AS bisa memulai kembali operasi militer atau menjadi “penjaga Timur Tengah” dengan imbalan 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.

Pengumuman Trump datang setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif lebih dulu mengabarkan kesepakatan itu di platform X. Sharif menyebut perjanjian ini mencakup penghentian pertempuran di semua lini, termasuk di Lebanon.

“Setelah pembicaraan intensif, kami dengan gembira mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI. Kedua belah pihak telah mendeklarasikan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” tulis Sharif.

Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang.

Sharif juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar yang turut berperan sebagai mediator bersama Pakistan dalam proses negosiasi yang menghasilkan kesepakatan bersejarah ini.

Kesepakatan ini diperkirakan mengembalikan kawasan ke kondisi seperti sebelum perang berlangsung, meski dengan ribuan korban jiwa dan Iran kini memiliki posisi tawar baru lewat kemampuannya mempengaruhi lalu lintas pelayaran di selat tersebut.

Share Here: