
Tak Laku, iPhone 16 Banting Harga
Beijing – Penjualan iPhone seri 16 yang baru saja dirilis pada akhir tahun 2024 lalu ternyata tidak sesuai ekspektasi. Hal itu terutama terjadi di China, yang merupakan pasar kunci Apple. Menurut laporan firma riset IDC, pada kuartal-I (Q1) 2025 penjualan iPhone di China ternyata anjlok 9% secara tahun-ke-tahun (YoY).
Lalu, untuk menggenjot penjualan, beberapa platform e-commerce di China kemudian menawarkan diskon besar-besaran untuk model iPhone seri 16 ini. Dengan berani mereka memangkas harga penjualan hingga 2.530 yuan atau setara dengan Rp5,8 jutaan.
Hal itu tampak jelas ketika JD terpantau menjual iPhone 16 Pro varian 128 GB dengan harga 5.469 yuan, turun 2.530 yuan dari harga resmi Apple sebesar 7.999 yuan, dikutip dari Reuters, Kamis (15/5/2025).
Seolah tak ingin ketinggalan, Tmall milik Alibaba juga ikut banting harga dan menawarkan diskon yang sangat kompetitif. Satu unit iPhone 16 Pro dengan penyimpanan 128GB dijual 5.499 yuan atau lebih murah 2.500 yuan dari harga resmi Apple.
Kantor berita Reuters menyatakan tidak bisa memastikan apakah strategi banting harga dengan diskon besar-besaran itu memang sengaja ditawarkan oleh Apple atau murni merupakan inisiatif platform untuk menggenjot daya beli masyarakat.
Sebelumnya, Apple sudah pernah memangkas harga untuk model iPhone teranyar selama festival ‘618’ di China. Ajang itu merupakan hari belanja bertabur diskon terbesar di China, menurut analis senior IDC.
Pada Januari lalu, Apple menawarkan diskon secara mendadak hingga 500 yuan. Diskon itu dipampang di laman resminya. Platform e-commerce pun turut menyesuaikan harga usai diskon resmi Apple diterbitkan.
Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak Apple, JD, maupun Alibaba belum juga merespons permintaan wawancara dengan mereka untuk mengomentari aksi pangkas harga gila-gilaan produk iPhone 16 ini.
Laporan IDC menunjukkan pasar HP China mulai bergairah pada Q1 2025. Xiaomi menjadi raja HP terbaru dengan pertumbuhan 40%. Sementara itu, Huawei yang merupakan pesaing besar Apple di China mencatat pertumbuhan 10%.
Baca dong: Huawei Merilis Smartphone Handal Mate 60 Pro



