Purbaya: Realisasi MBG Capai Rp 101 Triliun

Purbaya: Realisasi MBG Capai Rp 101 Triliun

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang telah disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 101,1 triliun. Pemerintah DPR diberi tenggat penganggaran ulang program MBG hingga 2028 sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.

Menurut Purbaya, APBN memang dioptimalkan untuk menjalankan tiga fungsi utama, yakni sebagai shock absorber ,agent of development, dan pelindung masyarakat miskin. Selain itu, APBN berperan menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program subsidi.

“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas termasuk program MBG yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp 101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” kata Purbaya dalam jumpa pers rapat berkala KSSK, di Jakarta, Senin (3/8).

Selain MBG, pemerintah juga mengalokasikan anggaran Rp 13,1 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang mencakup 104 sekolah permanen. Di sisi perlindungan sosial, Purbaya mengatakan pemerintah tetap melanjutkan berbagai program bantuan bagi masyarakat miskin dan rentan.

“Fungsi perlindungan sosial masyarakat miskin dan rentan juga terus dijalankan melalui berbagai program seperti PKH, Kartu Sembako, dan PIP dengan realisasi masing-masing mencapai Rp 14,5 triliun, Rp 19,7 triliun, dan Rp 8,8 triliun,” sebut Purbaya.

Purbaya juga memaparkan realisasi APBN hingga akhir triwulan II 2026. Pendapatan negara tercatat mencapai Rp 1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4% secara tahunan (year on year/yoy).

Dari sisi perpajakan, penerimaan mencapai Rp 1.035,7 triliun atau meningkat 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi, dampak positif implementasi sistem Coretax, serta upaya intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.

Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 152 triliun atau tumbuh 3,4% secara tahunan. Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp 271 triliun atau meningkat 21,6%.

Di sisi belanja, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.656 triliun atau tumbuh 17,8% hingga akhir triwulan II 2026. Belanja pemerintah pusat sendiri tercatat sebesar Rp 1.298,6 triliun atau meningkat 29,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca:Komentari Putusan MK, Kepala BGN: MBG Konstitusional

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha