
Presiden Putin Telpon Trump, Bahas Apa?
Jakarta – Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan pembicaraan langsung melalui telepon dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Disebutkan keduanya membahas perang di Iran dan Ukraina.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (30/4) ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan percakapan telepon itu berlangsung lebih dari 90 menit.
Dia menyebut keduanya saling berterus terang dalam percakapan itu.
“Terus terang dan profesional,” kata Ushakov.
Kata Ushakov, Rusia memberikan perhatian khusus pada situasi terkait Iran dan di Teluk Persia. Putin, katanya, menganggap keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sebagai keputusan yang tepat.
“Vladimir Putin menganggap keputusan Donald Trump untuk memperpanjang gencatan senjata dengan Iran sebagai keputusan yang tepat, karena hal ini akan memberi kesempatan pada negosiasi dan, secara keseluruhan, membantu menstabilkan situasi,” ujarnya.
Kendati demikian, Putin menyoroti akibat dampak perang AS dengan Iran ini. Katanya, perang ini bukan hanya merusak Iran tapi juga seluruh komunitas internasional.
“Menyoroti konsekuensi yang tak terhindarkan dan sangat merusak bukan hanya bagi Iran dan negara-negara tetangganya, tetapi juga bagi seluruh komunitas internasional, jika AS dan Israel kembali menggunakan aksi militer,” kata Ushakov.
Dia menambahkan bahwa Rusia berkomitmen penuh untuk memberikan setiap bantuan yang mungkin untuk upaya diplomatik terkait perang di Timur Tengah, dan mengatakan bahwa panggilan telepon tersebut diadakan atas inisiatif Moskow.
Di Washington, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah melakukan percakapan yang sangat baik dengan Putin. Meskipun ia mengatakan percakapan itu lebih berfokus pada perang Ukraina daripada Iran.
Trump menambahkan bahwa Putin ingin membantu mengakhiri perang AS-Israel di Iran. Akan tetapi, dia telah mengatakan kepada pemimpin Rusia itu untuk mengakhiri invasi ke Ukraina terlebih dahulu.
Baca:Trump Pertahankan Blokade Selat Hormuz



