Pemprov DKI Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas Pangan Jelang Ramadhan

Pemprov DKI Antisipasi Kenaikan Harga Komoditas Pangan Jelang Ramadhan

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengantisipasi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjelang datangnya bulan Ramadhan. Menurutnya, minyak dan cabai paling sering mengalami kenaikan harga.

Upaya pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta salah satunya dengan rutin memantau harga dan ketersediaan stok pangan dipasar. Hal itu seiring dengan datangnya bulan Ramadhan, pemprov DKI mewaspadai potensi kenaikan harga sejumlah komoditas pangan.

“Yang utama minyak sebenarnya. Jadi yang biasa naik itu minyak sama cabai. Dua komoditas itu yang selalu mengalami kenaikan,” kata Pramono di Jakarta, Selasa (10/2).

Selain itu, Pemprov DKI juga tetap mengandalkan sistem peringatan dini (early warning system) untuk membaca pergerakan harga komoditas strategis di Jakarta. Selain pengawasan, Pemprov menyiapkan langkah intervensi pasar melalui program pasar murah.

“Kalau kemudian ada gejolak di pasar, kami setujui untuk dilakukan pasar murah di Jakarta,” ujarnya.

Pramono menambahkan, dari laporan jajaran terkait, stok pangan di Jakarta secara umum dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idul Fitri. Komoditas seperti beras, daging, dan LPG 3 kilogram disebut tersedia cukup.

Untuk membantu menahan tekanan harga cabai, Pemprov DKI juga berencana menggalakkan program penanaman cabai meski lahan urban farming di Jakarta terbatas.

Baca:Dua Bos PT. DSI Ditahan Bareskrim

Share Here: