
Pangkas BUMN, Presiden Prabowo Sebut Negara Hemat Triliunan Rupiah
Jakarta – Sebanyak 240 BUMN telah ditutup oleh pemerintah. Menurut Presiden Prabowo, dengan adanya pemangkasan jumlah perusahaan plat merah tersebut, negara bisa menghemat triliunan rupiah.
Penutupan BUMN dilakukan karena perusahaan plat merah terus merugi.
Presiden Prabowo bercerita di awal menjabat, dia sempat kaget jumlah BUMN dan anak usahanya mencapai lebih dari 1.000-an lebih. Dia mengira jumlahnya hanya mencapai 300-an. Kini sudah 200 lebih perusahaan plat merah dipangkas jumlahnya.
“Sekarang kita sudah tutup kurang lebih berapa Mensesneg? Kurang lebih sudah 240 yang kita tutup. Nggak ada yang untung, rugi terus,” ungkap Presiden Prabowo, dalam acara Penutupan Munas Alim Ulama di Jawa Timur seperti disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6).
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan jumlah perusahaan pelat merah yang dipangkas masih akan bertambah. Dia menyebutkan minimal sebanyak 700 BUMN yang akan segera dipangkas.
Prabowo mengatakan dengan adanya pemangkasan jumlah BUMN tersebut, negara bisa menghemat triliunan rupiah. Hal ini didapatkan berdasarkan pemberian gaji untuk direksi dan komisaris.
“Itu kalau dihitung umpamanya 4 direksi sama 4 komisaris itu 8 kali 200… 1.600. Kalau gajinya masing-masing Rp 50 juta sebulan, berapa itu? Dan ada yang gajinya bisa di atas itu. Sudah rugi minta bonus lagi,” sebut Prabowo.



