Obama Sebut Gedung Putih Cheesecake Factory, Ini Kata Trump

Obama Sebut Gedung Putih Cheesecake Factory, Ini Kata Trump

Jakarta – Eks presiden AS Barrack Obama bikin Donald Trump kesal. Hal itu lantaran Obama yang menyindir Gedung Putih saat ini layaknya cheesecake Factory.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membalas sindiran tajam yang dilontarkan mantan Presiden Barack Obama baru-baru ini.

Trump tampaknya kesal karena Obama menyebut Gedung Putih di masa kepemimpinan Trump tampak seperti restoran “Cheesecake Factory” yang dikelola oleh Saddam Hussein.

Gedung Putih telah menjalani serangkaian renovasi, beberapa secara besar-besaran, selama periode kedua pemerintahan Trump. Bahkan bagian interior Gedung Putih kini dipenuhi dengan nuansa emas, sesuai dengan selera Presiden AS yang sebelumnya lama berkarier sebagai pengembang real estate itu.

“Jika Anda menyebutnya ‘Cheesecake Factory’, itu justru menunjukkan mengapa Anda adalah presiden yang payah,” kata Trump, dilansir AFP, Selasa (27/10).

Cheesecake Factory merupakan jaringan restoran asal Amerika yang populer dan dikenal dengan daftar hidangan yang beragam dan mewah, serta desain interior yang ekletik.

“Orang-orang seperti Obama, mereka mungkin melewati pintu depan dan melihat bebatuan yang rusak… Dia tidak menyadari kotoran dan debu di dinding yang sudah bertahun-tahun tidak dibersihkan,” kata Trump.

Obama melontarkan serangkaian kritikan tajam terhadap apa yang disebutkan sebagai “kekacauan dan kekejaman” terkait Trump, ketika berkampanye untuk Partai Demokrat di Ohio dan Michigan menjelang pemilu sela AS pekan depan.

Namun sindiran terhadap renovasi mewah yang dilakukan Trump terhadap Gedung Putih tampaknya menjadi bagian yang paling menusuk. Diketahui bahwa Trump memerintahkan pembangunan ballroom sangat besar di kompleks Gedung Putih dan menambahkan ornamen berlapis emas di seluruh Ruang Oval.

“Dia membuat Gedung Putih tampak seperti Saddam Hussein membuka Cheesecake Factory,” celetuk Obama dalam kampanye pada Sabtu (24/10) waktu setempat. Obama merujuk pada diktator Irak yang dieksekusi mati pada tahun 2006 lalu, menyusul invasi militer AS ke negara tersebut.

Baca:Trump Batalin Tarif Keamanan Kapal 20% Selat Hormuz

 

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha