
Menteri Bahlil: Pemerintah Tetap Beri Subsidi CNG
Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah tetap memberi subsidi untuk penerapan Compressed Natural Gas (CNG), yang direncanakan mengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg.
“Subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat,” ucap Bahlil di Jakarta, Rabu (6/5).
Bahlil menyampaikan pemberian subsidi tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta dirinya untuk mengedepankan kepentingan rakyat, terutama yang membutuhkan subsidi.
Meskipun masih menggunakan subsidi, menteri ESDM memperkirakan mengganti LPG 3 kg menjadi CNG dapat menghemat subsidi hingga 30 persen.
Terkait dengan rencana distribusi CNG, Bahlil mengatakan hanya berbeda tipis dengan distribusi LPG.
“Itu kan beda-beda tipis. Ini cuma yang diganti itu satunya LPG, satunya CNG. Kalau CNG itu tidak mengeluarkan devisa ke luar negeri, kalau LPG itu devisa ke luar negeri. Karena kita nggak punya bahan baku C3 dan C4 (untuk LPG),” ujar menteri ESDM.
Saat ini, pemerintah tidak hanya melakukan uji coba pembuatan tabung tipe 4 untuk CNG atau tabung yang diperuntukkan bagi CNG 3 kg. Secara paralel, pemerintah juga mengkaji harga jual CNG 3 kg.
Baca:Pemerintah Ingin Ganti LPG, Bahlil Ungkap CNG Lebih Murah 30%



