
Ketemu Prabowo, Gubernur BI Siapkan 7 Strategi Perkuat Rupiah
Jakarta – Bank Indonesia bakal menerapkan tujuh langkah penting untuk menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, seusai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (5/5).
“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden merestui dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan tujuh langkah penting yang ditempuh Bank Indonesia untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan,” kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (5/5).
Tujuh strategi itu, yang pertama, Bank Indonesia terus memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri untuk menjaga nilai tukar rupiah kembali stabil.
“Cadangan devisa kami lebih dari cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu,” ujar Perry.
Perry melanjutkan strategi kedua dan ketiga BI difokuskan kepada penguatan arus modal dan koordinasi fiskal-moneter.
Dia menekankan BI mengupayakan aliran modal masuk ke dalam negeri lewat instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Bank Indonesia akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membeli SBN dari pasar sekunder.
Strategi keempat, Perry menyampaikan, Bank Indonesia bersama dengan Kementerian Keuangan menjaga likuiditas perbankan dan pasar uang tetap longgar, kemudian strategi kelima, Bank Indonesia juga memberlakukan pembatasan pembelian mata uang dolar AS di pasar domestik.
“Kami juga dengan Pak Menteri Keuangan menjaga likuiditas di perbankan dan pasar uang lebih dari cukup, yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer yang selalu double digit, terakhir itu, pertumbuhan uang primernya adalah 14,1 persen,” kata Perry.
Sementara itu, terkait pembatasan pembelian dolar, Perry menjelaskan semula pembelian dolar tanpa underlying (aset fisik) di pasar domestik itu maksimal 100.000 dolar AS, tetapi saat ini batas maksimal diturunkan menjadi 50.000 dolar AS per orang per bulan.
Kemudian, strategi keenam dan ketujuh terkait dengan penguatan intervensi di pasar offshore luar negeri serta peningkatan pengawasan terhadap aktivitas perbankan dan korporasi.
Terkait dengan strategi ketujuh, Perry menekankan pengawasan diperketat melalui koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.
Baca:Dampak The Fed, Prabowo Instruksikan Penguatan Fundamental



