Menteri Bahlil Dimarahi Warga Gara-gara Gas 3 Kg Langka

Menteri Bahlil Dimarahi Warga Gara-gara Gas 3 Kg Langka

Tangerang – Video Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dimarahi warga saat memantau pangkalan gas di Kecamatan Cibodas, Tangerang, Banten, Viral di media sosial. Warga semprot Bahlil karena kesal gas 3 Kg langka, sehingga dia terpaksa meninggalkan aktivitasnya memasak gara-gara mencari gas ke pangkalan.

“Saya sekarang lagi masak pak, saya tinggal demi gas,” semprot warga ke Bahlil kesal. Warga semakin kesal karena sejak kemarin sulit mendapatkan gas dan hari ini masih saja kesulitan.

“Bukan masalah antre gasnya, anak kami lapar, butuh makan, butuh kehidupan, logika berjalan dong pak!” semprot warga lagi ke Bahlil.

Bahlil yang sudah berada di kerumunan mencoba menenangkan warga yang memprotes dengan penuh kegeraman.

“sudah, sudah pak ya, kita mengurus banyak orang dan bapak juga.” Bahlil mencoba menenangkan warga.

Usai memprotes warga kemudian ditenangkan oleh polisi dan Bahlil kembali melanjutkan aktivitasnya meninjau pangkalan. Menteri Bahlil mengaku tidak masalah dimarahi oleh warga yang menemuinya.

“Ngga apa-apa,” tandas Bahlil

“Pemerintah kan harus mendengar langsung dari rakyat,” kata Bahlil lagi.

Kekecewaan warga bermula karena sulit mencari gas di level pengecer, sementara di pangkalan harus mengantre panjang. Kondisi ini terjadi setelah Bahlil melarang pengecer menjual gas 3 Kg karena harganya mahal diatas harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 16.000 per tabung. Harga tersebut bisa didapatkan hanya di pangkalan namun tidak semua pangkalan dapat menjual gas, hanya yang memiliki izin dari pemerintah. Sementara harga gas 3 Kg di level pengecer sekitar Rp 22.000 – Rp 24.000.

Kebijkan ini juga ditujukan agar subsidi elpiji 3 Kg tepat sasaran, pasalnya selama ini gas 3 Kg juga dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang tergolong mampu secara ekonomi. Bahlil mengakui ada mark up harga penjualan gas elpiji 3 Kg yang beredar di masyarakat.

Bahlil menjelaskan, pemerintah telah mensubsidi harga gas elpiji 3 Kg sebesar Rp 87 triliun. Seharusnya harga yang maksimal Rp 18.000 per tabung, namun faktanya ada yang dijual hingga Rp 30.000 per tabung.

Larangan pengecer menjual elpiji 3 Kg telah dianulir presiden Prabowo Subianto. Presiden memerintahkan Bahlil membolehkan kembali pengecer menjual gas 3 Kg agar situasi tenang kembali.

Baca dong: ini-syarat-rumah-tangga-agar-bisa-beli-gas-3-kg/

Share Here: