
Mengenal Pneumonia, Penyakit Yang Diderita Paus Fransiskus
Jakarta – Paus Fransiskus, yang menjabat sebagai pemimpin Gereja Katolik sejak 2013, meninggal dunia pada usia 88 tahun. Paus Fransiskus pertama kali dirawat di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia, pada tanggal 14 Februari karena bronkitis. Dia kemudian mulai menerima perawatan untuk penyakit Pneumonia Ganda, yang berarti Pneumonia di kedua paru-parunya.
Sebelumnya para dokter mengungkapkan bahwa Paus Fransiskus dalam keadaan lebih baik, namun kondisinya tiba-tiba memburuk pada 28 Februari setelah krisis bronkospasme yang terisolasi.
Apa itu Pneumonia Ganda?
Pneumonia ganda adalah infeksi pada kedua paru-paru. Virus, bakteri, atau jamur menyebabkan kantung kecil paru-paru, yang disebut alveoli, meradang dan terisi cairan atau nanah. Hal ini menyebabkan kesulitan bernapas dan gejala lainnya.
Dokter terkadang menyebut pneumonia ganda sebagai pneumonia bilateral.
Orang yang menderita flu (infeksi virus influenza), beberapa jenis infeksi bakteri streptokokus, respiratory syncytial virus (RSV), dan beberapa infeksi lainnya dapat mengembangkan pneumonia ganda.
Karena pneumonia ganda memengaruhi kedua paru-paru, seseorang mungkin merasa sangat sulit untuk bernapas.
Gejala
Pneumonia sering berkembang setelah atau bersamaan dengan penyakit pernapasan lain. Beberapa orang juga terkena pneumonia setelah terpapar menghirup debu atau gas tertentu, atau setelah terkena cairan di paru-paru mereka. Situasi ini membuat kuman lebih mudah masuk ke dalam tubuh seseorang dan menyebabkan infeksi.
Orang yang memiliki faktor risiko ini harus mewaspadai gejala-gejala pneumonia yang meliputi:
- Demam tinggi, menggigil, atau gemetar. Jarang, beberapa orang mengalami suhu tubuh yang sangat rendah.
- Batuk yang semakin memburuk.
- Batuk dengan lendir atau dahak yang kental.
- Sesak napas saat melakukan aktivitas yang biasanya tidak menyebabkan sesak napas.
- Nyeri dada saat batuk atau bernapas.
- Merasa sangat sakit setelah menderita penyakit virus akut, seperti flu atau jenis infeksi pernapasan lainnya.
- Mual, muntah, atau diare, bersama dengan gejala pernapasan.
Apa Penyebab Pneumonia Ganda?
Infeksi dari virus atau bakteri yang masuk ke dalam paru-paru adalah penyebab paling umum dari pneumonia. Lebih jarang, orang dapat mengalami pneumonia karena menghirup jamur tertentu.
Pneumonia ganda terjadi ketika mikroba yang menginfeksi menyebabkan pneumonia di kedua paru-paru. Penyebab potensial pneumonia dan pneumonia ganda meliputi:
- Bakteri: Pneumonia bakteri adalah penyebab paling umum pneumonia pada orang dewasa. Penyebab paling umum dari pneumonia bakteri pada orang dewasa di Amerika Serikat adalah Streptococcus pneumonia.
- Virus: Virus influenza adalah penyebab paling umum pneumonia virus pada orang dewasa. RSV adalah penyebab paling umum dari pneumonia virus pada anak-anak yang masih sangat muda. Pneumonia virus meningkatkan risiko seseorang terkena pneumonia bakteri sekunder.
- Jamur: Ini adalah penyebab pneumonia yang lebih jarang terjadi. Seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu biasanya memiliki risiko lebih tinggi terkena pneumonia akibat jamur dibandingkan dengan seseorang dengan fungsi sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Beberapa orang lebih rentan terhadap pneumonia. Faktor risiko pneumonia ganda meliputi:
- Berusia di atas 65 tahun.
- Berusia sangat muda.
- Kekurangan gizi.
- Merokok tembakau.
- Memiliki penyakit paru-paru, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), atau fibrosis kistik.
- Memiliki penyakit kronis, seperti gagal jantung kongestif.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena penyakit seperti HIV, AIDS, dan penyakit autoimun.
- Mengonsumsi obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.
- Mengalami kesulitan menelan.
- Baru mengalami infeksi virus yang memengaruhi saluran pernapasan bagian atas.
Pneumonia ganda lebih dari sekadar flu biasa. Ini adalah kondisi serius dan berpotensi fatal yang membutuhkan perawatan medis segera. Dengan perawatan medis yang tepat, pemulihan dapat dilakukan.
Orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau faktor risiko pneumonia lainnya harus menemui dokter untuk meminimalkan risiko terkena pneumonia di masa depan.
Baca dong: Hal-Hal yang Perlu Diketahui Tentang Kematian Paus Fransiskus



