Menanti Reaksi Rapat Tak Biasa Hari Sabtu DPR-BI-Menkeu Di Awal Perdagangan Pekan Ini

Menanti Reaksi Rapat Tak Biasa Hari Sabtu DPR-BI-Menkeu Di Awal Perdagangan Pekan Ini

Jakarta – Ada yang tidak biasa Ketika DPR bersama Menteri Keuangan dan Bank Indonesia menggelar rapat pada hari sabtu pekan lalu. Pertemuan itu disebutkan menghasilkan kesepakatan di bidang fiskal dan moneter menyangkut perkembangan ekonomi yang ada. Menanti reaksi pasar di awal perdagangan pekan ini.

Seperti diketahui pada sabtu (6/6) pekan lalu, DPR menggelar rapat bareng BI dan Menteri Keuangan. Ada yang tak biasa sehingga para pejabat tersebut menggelar rapat di hari libur sabtu. Memang sehari sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merah kebakaran sementara rupiah pun tidak kalah drop melemah ke level Rp18.000.

Menurut Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo hingga Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengoordinasikan fiskal dan moneter di tengah dinamika perkembangan ekonomi.

Menurut dia, saat ini kondisi fiskal dan moneter harus bisa saling mendukung demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Rapat itu juga, kata dia, turut mengevaluasi kondisi ekonomi terkini.

Sejumlah poin dari hasil koordinasi itu, di antaranya soal memfokuskan fiskal dan moneter agar bisa seirama demi menciptakan stabilisasi nilai rupiah, kemudian mendorong agar fiskal dan moneter meningkatkan daya tarik imbal hasil demi mendorong aliran modal masuk.

Selain itu, fiskal dan moneter juga harus sama-sama menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap dijaga, dengan peningkatan remunerasi ataupun bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

Sementara Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan bahwa adanya kesepakatan itu menjadi sinyal agar terjadinya koordinasi yang erat dan intens di antara seluruh pemangku kepentingan ekonomi dalam rangka menjaga moneter maupun fiskal supaya berada di posisi yang diharapkan.

Menurut pras, situasi hari ini menuntut kerja sama antara semua pemangku kebijakan melalui kebijakan-kebijakannya, baik dari ekonomi makro maupun sektor fiskal. Meski begitu, angka-angka indikator menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya cukup kuat.

Baca:Wamen Imipas Kosong, Pemerintah: Belum Masih Evaluasi

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha