
Melanggar, Saudi Blokir Duit DP Haji 2027 Rp 14 Juta Riyal
Jakarta – Duit DP haji 2027 yang disetorkan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah kena blokir pemerintah otoritas Arab Saudi. Disebutkan, dana senilai Rp 14 Juta Riyal itu diblokir akibat pelanggaran ketentuan asuransi.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meminta klarifikasi kepada pemerintah Arab Saudi terkait pemblokiran dana uang muka atau DP haji 1448 H/2027 M sebesar 14 juta riyal di e-wallet Nusuk Masar.
Menurut Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf saat Rapat Kerja Komisi VIII DPR, Rabu (19/8), Pemblokiran dana dikaitkan dengan evaluasi ketentuan asuransi dalam penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M.
“Efisiensi yang semula kita hitung sejumlah 200 milyar rupiah, masih harus dikurangi lagi karena ada dana sebesar 14 juta riyal yang diblokir oleh Pemerintah Arab Saudi di e-wallet Nusuk Masar,” kata Menhaj, dikutip dari laman resmi Kemenhaj.
Sementara itu Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah Indonesia menghormati aturan Arab Saudi, tetapi membutuhkan data lengkap sebelum menyimpulkan adanya pelanggaran.
“Kami ingin data lengkapnya dulu. Kenapa? Karena ini belum verifikasi. Mereka sudah mengirimkan surat bahwasanya ada pelanggaran asuransi sekian-sekian, kami akan blok dana Anda sekitar 14 juta riyal,” tambah Wamenhaj.
Kemenhaj meminta rincian dugaan pelanggaran, dasar kontrak, serta ketentuan asuransi yang menjadi dasar pemblokiran.
Kemenhaj telah menyampaikan keberatan melalui nota diplomatik yang dikirimkan melalui KBRI di Riyadh. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh klarifikasi sekaligus mencari penyelesaian atas pemblokiran dana.
“Proses itu sedang dalam proses diplomatik. Kami sudah kirimkan nota diplomatik keberatan melalui KBRI Riyadh,” kata Wamenhaj.
Selain persoalan asuransi, Kemenhaj juga mengevaluasi pelaksanaan istithaah kesehatan jamaah. Pemerintah masih menemukan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu yang lolos dalam proses pemeriksaan.
Kemenhaj memastikan komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi terus dilakukan agar persiapan haji 2027 berjalan optimal dan setiap persoalan diselesaikan berdasarkan data serta ketentuan yang berlaku.



