Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Tim SAR Gabungan Temukan 25 Kantong Jenazah

Longsor Pasirlangu Bandung Barat, Tim SAR Gabungan Temukan 25 Kantong Jenazah

Jakarta – Operasi pencarian dan penyelamatan korban tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dilakukan. Hingga minggu (25/1) Tim SAR gabungan berhasil menemukan total 25 Body pack atau kantong jenazah. Seluruh korban longsor pasirlangu telah diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri untuk diidentifikasi.

Hingga Minggu siang, korban meninggal dunia tercatat sembilan jiwa. Lima korban telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara empat korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Selain korban meninggal dunia, terdapat 23 jiwa dilaporkan selamat dan belum ditemukan 81 jiwa. Angka jumlah korban masih akan terus bergerak seiring ditemukannya kembali korban dan identifikasi oleh tim DVI.

Pada proses pencarian korban longsor pasirlangu hari ini sempat terkendala, sekitar pukul 10.41 tim di area worksite A1 sempat menghentikan pencarian sementara dikarenakan terpantau adanya longsoran, operasi dilanjutkan kembali pada pukul 11.10 setelah dilakukan pengamatan drone UAV di mahkota longsor dan dinyatakan aman.

Klaster SAR dipimpin Basarnas bersama TNI, Polri, BNPB, dan BPBD telah  melaksanakan pencarian sejak pagi dengan fokus pada 2 sektor yakni sektor alpha dan sektor bravo. Dalam operasi lebih dari 250 personel dikerahkan. Pencarian menggunakan metode alat berat, pencarian manual dan drone UAV untuk mempercepat proses pencarian.

Selain cuaca, medan di lokasi kejadian menjadi tantangan petugas saat melaksanakan pencarian. Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada Senin (26/1).

Tanah longsor yang terjadi dini hari tersebut tak hanya menelan korban jiwa, longsor juga menimbun lebih dari 30 unit rumah warga. Untuk mengantisipasi potensi longsor susulan, sebanyak 232 warga di sekitar lokasi kejadian mengungsi ke tempat yang lebih aman, yakni di GOR dan Aula Desa. BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi gabungan terus melakukan pendataan lanjutan dan pemantauan di lokasi terdampak.

Sejalan dengan upaya pencarian pertolongan, perlindungan dan pelayanan bagi para pengungsi juga menjadi perhatian utama pemerintah. Dalam penanganan bencana ini, pemerintah mengerahkan lima klaster utama yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan, yaitu klaster SAR, kesehatan, logistik, perlindungan dan pengungsian, dan pemulihan.
Baca:BGN Tidak Memaksa Sekolah yang Menolak MBG

Share Here: